Respon Sekolah Tergenang Banjir: Pemkab Aceh Singkil Gelar Rapat Koordinasi, Ini Hasilnya

Respon Sekolah Tergenang Banjir: Pemkab Aceh Singkil Gelar Rapat Koordinasi, Ini Hasilnya

BERITAKINI.CO, Singkil | Pemkab Aceh Singkil menggelar rapat koordinasi untuk mencari solusi atas fenomena banjir yang masih terus menggenangi UPTD SPF SDN Teluk Rumbia, Kecamatan Singkil.

Di mana sudah selama lima hari siswa-siswa sekolah belajar dalam keadaan banjir.

Rapat koordinasi belangsung di kantor Bupati Aceh Singkil, Jumat (14/1/2021).

Hadir dalam rapat, Sekda Aceh Singkil Drs Azmi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Khalilullah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Kabag Pemerintahan, Kabag hukum dan beberapa pejabat lainnya.

"Kita membahas SD yang rawan banjir termasuk SD Teluk Rumbia, mengkaji secara komprehensif langkah dan solusi terbaik," kata Sekda Aceh Singkil, Drs Azmi.

Seperti merencanakan bentuk konstruksi yang lebih tepat agar jika terjadi banjir setidaknya tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Dalam rapat tadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Khalilullah berpendapat khusus untuk sekolah yang berada di wilayah rawan banjir akan dikaji tentang kesesuaian konstruksinya, sehingga ketika ada banjir, proses belajar tidak begitu kendala seperti saat ini.

Sebelumya diberitakan, banjir telah lima hari menggenangi SDN Teluk Rumbia, Kabupaten Aceh Singkil.

Lihat: Sudah Lima Hari Siswa SD di Aceh Singkil Belajar Dalam Genangan Air, Ancaman Penyakit Kulit Mengincar Siswa

Selama lima hari itu pula, siswa-siswa di sana terpaksa belajar dalam genangan air.

"Kita terpaksa tetap masuk sekolah, saat ini halaman dan dua kelas masih terendam," kata Kepala Sekolah SDN Teluk Rumbia Irmansyah.

Menurutnya, banjir yang telah terjadi dalam sepekan terakhir akibat meluapnya Sungai Singkil dan air kiriman dari Lae Soraya Subulussalam.

Meski air semakin pasang, semangat siswa dan para guru pantang surut.

“Kami terpaksa belajar tanpa sepatu. Sebenarnya kondisi (banjir) seperti ini sudah bukan hal yang baru,” katanya.

“Ancaman penyakit kulit pun menjadi resiko kami, sehingga anak-anak pun sudah terbiasa,” katanya.

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...