Remaja ini Juga Diduga Meninggal Setelah Disuntik di RSUD CND Meulaboh

Remaja ini Juga Diduga Meninggal Setelah Disuntik di RSUD CND Meulaboh
Iptu Muhammad Isral, Kasat Reskrim Polres Aceh Barat mengamankan infus, jarum suntik, dan obat barang bukti terkait kasus dugaan meninggalnya bocah di RSUCND Meulaboh, Sabtu (20/10/2018). (KOMPAS.COM/RAJA UMAR)

BERITAKINI.CO, Meulaboh | Korban meninggal usai disuntik oleh perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien (CND) Aceh Barat, dilaporkan bertambah.

Selain Alfareda, bocah 13 tahun warga Desa Pante Cermen, Kecamatan Pante Cermen, ada pula seorang remaja 15 tahun bernama Asrul Amilin yang diduga mengalami insiden serupa.

Kasat Reskrim Polres Aceh Barat Iptu M Isral yang dikonfirmasi membenarkan adanya dugaan tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, kata Isral, Asrul Amilin  menjalani operasi usus buntu pada 15 Oktober 2018 lalu.

Setelah operasi, dia kemudian dipindahkan ke ruapa perawatan Ibu dan Anak RSUD CND Aceh Barat.

Baca: Diduga Meninggal Usai Disuntik, Keluarga Pasien Mengamuk di RSUD Cut Nyak Dhien

Setelah lima hari dirawat di ruang anak, kondisi pasien dilaporkan berangsur-angsur membaik.

Pada Jumat (19/10/2018), Asrul Amilin kembali mendapat perawatan dari perawat jaga berupa suntikan obat. Namun, berselang beberapa menit pasien dinyatakan meninggal dunia.

M Isral mengatakan, hingga saat ini pihak keluarga korban belum mengajukan laporan atas insiden tersebut. Namun demikian, pihaknya telah mengamankan beberapa barang bukti.

“Belum ada keluarga korban yang melapor sampai saat ini, mungkin mereka sedang berduka,” katanya, Minggu (21/10/2018).

Barang bukti yang diamankan di lokasi kejadian berupa jarum suntik dan cairan infus. Polisi juga sedang menghimpun identitas lengkap para korban.

“Untuk perkara ini dalam pemantauan kita, dan akan kita panggil pihak rumah sakit,” pungkasnya. | AIDIL

Rubrik

Komentar

Loading...