Relasi Buruk Nova-DPRA Dikhawatirkan Pengaruhi Pembiayaan Proyek Multi Years 2021

Relasi Buruk Nova-DPRA Dikhawatirkan Pengaruhi Pembiayaan Proyek Multi Years 2021
Roadshow Plt Gubernur Nova Iriansyah ke Bener Meriah

BERITAKINI.CO, Redelong | Relasi buruk antara Pemerintah Aceh dengan DPRA dinilai bisa mempengaruhi kelanjutan proyek-proyek multi years (tahun jamak), terutama dari segi pembiayaan pada tahun anggaran 2021.

“Dilihat dari tak harmonisnya hubungan antara eksekutif dan legislatif, ya bisa saja anggaran tahun depan dihapus. Saya dan mungkin semua sudah melihat upaya-upaya penghapusan anggaran ini secara nyata. Meski masih ada satu saluran untuk memastikan ketersediaan anggaran yakni dengan skema pergub,” kata Direktur Ramung Institute, Waladan Yoga, Minggu (13/9/2020).

DPRA memang sudah terang-terangan menyatakan tak setuju dengan skema tahun jamak yang dijalankan Pemerintah Aceh atas 14 proyek ruas jalan di Aceh.

Jauh-jauh hari, DPRA malah telah membatalkan MoU program kontrak tahun jamak yang ditandatangani pimpinan DPRA periode 2014-2019 dengan Plt gubernur Aceh tersebut.

Lihat: DPRA Batalkan MoU Proyek Multi Years dengan Pemerintah Aceh

Kalangan wakil rakyat di antaranya menginginkan pengerjaan ruas jalan tersebut dilakukan dengan skema single year, atau dengan memperhatikan kondisi ril kebutuhan anggaran serta kemampuan Pemerintah Aceh merealiasikan pembangunan infrastruktur jalan per tahun.

Lihat juga: Dewan Bedah Rancangan KUA-PPAS, Begini Nasib Ploting Anggaran untuk Proyek Multi Years 2021

Sementara Pemerintah Aceh tetap “bersikeras” merealisasikan program pembangunan ruas jalan tersebut dengan skema sekali kontrak dimulai 2020.

Plt Gubernur Nova Iriansyah bahkan telah melakukan roadshow ke sejumlah lokasi pembangunan proyek multi years tersebut, sejak beberapa hari terakhir, salah satunya di Bener Meriah.

Tak Ada Penolakan

Waladan mengatakan, roadshow Plt gubernur Aceh setidaknya memberi jawaban ke DPRA bahwa proyek tahun jamak yang digagas pemerintah tersebut mendapat dukungan dari rakyat khususnya masyarakat pedalaman Aceh.

“Setidaknya sudah tergambarkan di lapangan, khususnya Bener Meriah, sama sekali tidak terdapat penolakan,” ujarnya.

Itulah sebabnya, kata dia, Pemerintah Aceh harus bisa memastikan ketersediaan anggaran untuk kelanjutan pembangunan di tahun-tahun berikutnya.

“Apapun alasan roadshow Plt Gubernur Aceh ke Samarkilang diharapkan selaras dengan niat baik untuk benar-benar membangun wilayah pelosok dengan sebaik mungkin,” katanya. | Eri Tanara

Rubrik

Komentar

Loading...