Rekanan Proyek KOTAKU di Sigli Mengeluh, Pemkab Belum Tuntaskan Pembebasan Lahan

Rekanan Proyek KOTAKU di Sigli Mengeluh, Pemkab Belum Tuntaskan Pembebasan Lahan

BERITAKINI.CO, Sigli | Pemerintah Kabupaten Pidie belum benar-benar menyiapkan lahan untuk proyek penataan kawasan Krueng (sungai) Baro, Kecamatan Kota Sigli, Pidie untuk program Kota Tampa Kumuh atau KOTAKU.

Bukhari, pelaksana proyek Kota Tanpa Kumuh mengeluh tidak bisa memacu pengerjaan terutama di titik bekas pasar ikan lama karena terhalang bangunan ruko. 

Satu pintu ruko yang berada di bantaran sungai Krueng Baro tersebut dikabarkan mengantongi sertifikat, sehingga pihaknya mengurungkan rencana merubuhkan bangunan tersebut. 

"Ada sekitar delapan ruko yang masih berdiri di lokasi dan salah satunya kabarnya ada pemiliknya, jika kami bongkar dan satu ruko itu ikut rubuh, siapa yang akan tanggungjawab," kata Bukhari, Senin (3/5/2021).

Semestinya, kata Bukhari, pihaknya seharusnya sudah bisa melakukan pengerjaan lening sungai dan area parkir di lokasi bekas pasar ikan tersebut. 

Namun karena terhalang ruko tersebut pengerjaanya terpaksa tertunda. 

Tidak hanya di lokasi pasar ikan lama, lahan di kawasan Gampong Pante Tengoh kabarnya juga belum bebas. 

Padahal sesuai gambar lokasi itu masuk kawasan yang ditata. 

"Karena masalah lahan di lokasi belum clear, sangat mengganggu kami sebagai pelaksana, sementara kami harus kejar target kontrak akhir sekitar Juli 2021," ujarnya. 

Kapala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pidie, Thantawi mengaku belum bisa memastikan penyelesaian mengenai satu unit ruko bersertifikat milik Zakaria yang terdampak pembangunan proyek. 

"Terkait ruko itu, masih kami jajaki," kata Thantawi. 

Sementara penataan kawasan di Gampong Pante Tengoh, Thantawi menyebutkan dibatalkan dan akan dialihkan untuk membuat ruas jalan kaki dari bekas Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) hingga Jembatan Benteng. 

"Untuk penataan kawasan Pante Tengoh dibatalkan dan di Pante Tengoh nanti mungkin dibangun tembok beton saja dipinggir sungai," ujarnya. 

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...