Refocusing APBA 2020: Rp 1,5 Triliun untuk Bansos, BTT Tambah Rp 326 Miliar

Refocusing APBA 2020: Rp 1,5 Triliun untuk Bansos, BTT Tambah Rp 326 Miliar
Ilustrasi

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Anggaran penanganan dampak Covid-19 yang dialokasikan Pemerintah Aceh dari hasil penyesuaian APBA 2020 kerap menjadi pertanyaan banyak kalangan.

Terutama menyangkut nilai ril hasil penyesuaian yang difokuskan untuk penangan pandemi tersebut. Selain itu juga soal penjabaran atau kemana saja anggaran itu akan dibelanjakan.

Mengetahui peruntukkan anggaran itu dinilai penting karena penggunaan anggaran yang tepat, diyakini bisa menekan pandemi hingga keambang batas wajar.

Tapi faktanya, penularan Covid-19 di Aceh masih tak terkendali. Penanganan dampak sosial dan ekonomi juga dinilai tak sepenuhnya berjalan.

Kalangan legislatif di DPRA pun ikut terheran-heran dengan kondisi kekinian di Aceh.

Ketua Fraksi Gerindra DPRA Abdurrahman Ahmad mengatakan, Pemerintah Aceh tak sepenuhnya terbuka tentang anggaran yang sering disebut sebagai dana refocusing Covid-19 tersebut.

"Awalnya disebut Rp 1,7 triliun, kemudian berubah menjadi Rp 2,3 triliun," kata Abdurrahhman Ahmad, Selasa, 8 September 2020 lalu.

Lantas, berapa sebetulnya dana yang dialokasikan Pemerintah Aceh untuk penanganan dampak Covid-19 tersebut?

BERITAKINI.CO mencoba menelusurinya lewat dokumen Peraturan Gubernur Aceh Nomor 38 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Aceh Nomor 80 Tahun 2019 Tentang Penjabaran APBA 2020.

Didapati bahwa Pemerintah Aceh mengalokasikan senilai total Rp 1,51 triliun lebih anggaran untuk bantuan penanganan ekonomi dan jaring pengaman sosial.

Selain itu, terjadi juga penambahan alokasi anggaran pada Belanja Tidak Terduga (BTT) dari sebelumnya Rp 118,8 miliar, menjadi Rp 445,5 miliar, atau naik Rp 326,7 miliar.

Ketersediaan anggaran itu berasal dari pemangkasan belanja pada SKPA-SKPA.

Namun pada peraturan gubernur tersebut, tak dirincikan kemana saja anggaran Covid-19 itu dibelanjakan.

Rubrik

Komentar

Loading...