Razia Rutan Sigli: Petugas Sita Puluhan Telepon Pintar, Diduga Dipasok Orang Dalam

Razia Rutan Sigli: Petugas Sita Puluhan Telepon Pintar, Diduga Dipasok Orang Dalam

BERITAKINI.CO, Sigli | Peredaran alat komunikasi di tengah-tengah para narapidana yang sedang menjalani hukuman baik di lembaga permasyarakatan (lapas) maupun rumah tahanan negara (rutan) di Aceh, masih sangat tinggi. 

Dalam operasi yang dilakukan serentak di Aceh pada Selasa, 6 April 2021, diperoleh cukup banyak alat komunikasi yang sebetulnya dilarang dipergunakan di dalam lapas dan rutan.

Di Pidie, misalnya, tak kurang dari 23 alat komunikasi terdiri dari telepon pintar (umumnya berbasis sistem operasi Android) dan telepon genggam konvensional yang berhasil disita petugas dari kamar-kamar para narapidana pada Selasa malam itu.

Padahal, 5 Maret 2021 lalu, petugas rutan juga baru menyita 16 unit telepon pintar dan tujuh unit telepon genggam konvensional dari para napi. Sehingga jika ditotal dalam dua kali razia, sudah didapat sebanyak 46 alat komunikasi dari rutan tersebut.

Kepala Rutan Kelas II Sigli, A Halim Faisal, Rabu (7/4/2021) merincikan total ada sebanyak 17 telepon pintar serta enam unit handphone konvensional yang disita pada razia mendadak pada razia yang kedua kalinya itu. Ditemukan juga 27 unit charger, gunting, pisau, dan wayer.

"Petugas juga menemukan narkotika jenis ganja di sekitar kamar hunian napi seberat tiga ons yang diduga di lempar dari luar rutan," kata A Halim Faisal, Rabu (7/4/2021).

Banyaknya alat komunikasi yang bisa masuk ke dalam rutan tersebut tentu saja memantik tanda tanya.

Halim pun menduga ada keterlibatan petugas rutan memasok barang-barang yang dilarang itu ke dalam rutan, karena selama Pandemi Covid-19 jadwal berkunjung ditiadakan. 

"Pedoman kami, tidak mungkin benda itu jatuh dari langit, pasti ada dugaan keterlibatan pihak dalam dan itu sedang kita diselidiki," ujarnya. 

“Jika terbukti membantu napi memasok barang terlarang, pasti akan ada sanksi tegas dari pimpinan bagi petugas yang melanggar etika tersebut.”

Untuk napi yang kedapatan memiliki telpon gengam, tambah Faisal, sejauh ini pihaknya masih diberikan peringatan.

Jika kedapatan lagi memakai telepon genggam, pihaknya akan hancurkan barang bukti tersebut dan napi akan dimasukkan dalam register F (pelanggaran berat) berupa tidak lagi diberikan remisi. 

Rutan Kelas II B Sigli saat ini menampung 466 nara pidana dan 317 orang diantaranya merupakan napi narkoba, selebihnya tiga napi korupsi, dua illegal loging dan 140 napi pidana umum. 

Sementara di Lapas Kelas IIB Kota Bakti, petugas juga menemukan empat unit telepon gengam, wayer, kartu poker, ikat pinggang, pisau rakitan, alat cukur, kabel data, hingga rongsokan komponen elektronik. 

"Tidak ada barang yang mengarah pada narkoba," kata Kepala Lapas Kalas IIB Kota Bakti, Tribowo.

Rubrik

Komentar

Loading...