Ratusan Sekolah Gelar Kenduri Apam Massal, DPRK Pidie Panggil Disdikbud

Ratusan Sekolah Gelar Kenduri Apam Massal, DPRK Pidie Panggil Disdikbud

BERITAKINI.CO, Sigli | Lebih dari 500 sekolah di Kabupaten Pidie menjalankan intruksi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pidie menggelar kenduri apam massal, Selasa (23/2/2021).

Kepala Disdikbud Kabupaten Pidie, Ridwandi yang dikonfirmasi BERITAKINI.CO mengatakan, Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud dan sejumlah pejabat daerah ikut meninjau sejumlah sekolah yang mengelar kenduri apam serentak di bulan Ra'jab itu.

Data yang diterima pihkanya, lebih dari 500 sekolah menjalankan isi surat yang dilayangkan dinas untuk menggelar kenduri apam, baik di tingkat TK, SD hingga SMP.

"Ada 500 lebih sekolah menggelar kenduri apam, siswa juga cukup antusias dalam kegiatan tersebut," kata Ridwandi, Selasa (23/2/2021).

Untuk memproduksi apam, setiap sekolah diperkirakan menghabiskan 25 bambu tepung beras atau sekitar 37 kilogram tepung dan 100 butir kelapa.

Jika ditotal, untuk satu hari kegiatan kenduri apam tersebut bisa menghabiskan sekitar 18.500 kg tepung dan 50.000 kalapa sebagai bahan dasar pembuatan apam.

"Semua kebutuhan kenduri merupakan swadaya dari guru, siswa, wali murid dan kita apresiasi atas hal itu," ujarnya.

Sementara anggota Komisi V DPRK Pidie rupanya sudah turun melakukan peninjaun pelaksanaan kegiatan kenduri apam massal di sejumlah sekolah di Pidie.

Karena sejak awal, DPRK sudah mewanti-wanti agar dinas tidak tidak membebankan biaya kepada siswa atau wali murid untuk kenduri apam yang dimaksud.

"Hasil monitoring tadi, rupanya kepala dinas cuma bermodalkan instruksi doang dan tanpa pendanaan apapun untuk pelaksanaan kegiatan tersebut," kata Ketua Komisi V DPRK Pidie, Muhifuddin.

Hasil peninjauan ke lapangan, kata dia, ditemukan kepala sekolah dan para guru meminta peserta didik ikut serta menyukseskan intruksi kepala dinas lewat sumbangan suka rela.

Data yang diperoleh pihaknya, ada siswa yang menyumbang uang, beras, gula, kelapa atau santan, air mineral dan sejumlah barang pendukung lainnya.

"Untuk temuan itu, Jumàt ini kita agendakan memanggil dinas pendidikan untuk kita mintai keterangan," ujar Muhifuddin.

Rubrik

Komentar

Loading...