Ratusan Napi LP Lambaro Kabur Diduga karena Aturan Ketat Kalapas Baru

Ratusan Napi LP Lambaro Kabur Diduga karena Aturan Ketat Kalapas Baru

BERITAKINI.CO | Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Sri Puguh mengaku hingga kini pihaknya masih mendalami penyebab 113 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Banda Aceh di Lambaro nekat kabur.

Meski masih melakukan pendalaman, diduga kuat hal itu mereka lakukan karena penerapan Standar Operasional Prosedur di sana yang makin ketat pasca dipimpin kalapas yang baru. Untuk lebih pasti, pihaknya akan melakukan penelusuran di lokasi guna mengungkapnya.

"Kami sedang melakukan pendalaman, penerapan SOP yang ketat apakah itu yang menjadi penyebab (napi kabur). Padahal, mereka diberikan kesempatan untuk menjalankan misalnya Salat Maghrib itu berjamaah, sesuai tuntutan pemerintah Aceh," kata Sri Puguh di Kantor Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat, 30 November 2018

Pihaknya berencana, bagi napi berperilaku baik yang menjalani SOP akan diberikan reward. Untuk yang melanggar akan dikenakan sanksi.

"Pemenuhan hak lain juga akan kami permudah. Memang sudah ada online system, malah sekarang sedang ada proses pengintegrasian hak sehingga sejak awal warga binaan sudah tahu berapa besaran hak, apa saja yang bisa diperoleh dalam waktu satu tahun, sehingga mereka punya kepastian kalau berkelakuan baik maka haknya diberikan," kata dia.

Guna memastikan penyebab 113 napi itu kabur, Ditjen Pemasyarakatan perlu lebih dulu mencari siapa otak di balik aksi ini. Para napi yang buron diminta menyerahkan diri karena akan dijamin dengan baik.

"Prediksi kami, yang di Aceh ini adalah bentuk keinginan mereka untuk sementara tidak terima dengan penegakan aturan yang ditegakkan jajaran Lapas di Kelas II Banda Aceh. Karena, sebelumnya mereka bisa izin sesekali waktu, sekarang ini SOP diketatkan oleh kalapas," ucapnya lagi.

Rubrik
Sumber
viva.co.id

Komentar

Loading...