Ratusan Istri Gugat Cerai Suami di Lhokseumawe

Ratusan Istri Gugat Cerai Suami di Lhokseumawe
Ilustrasi

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | Jumlah angka perceraian pada 2019 di Kota Lhokseumawe meningkat jika dibanding tahun sebelumnya.

Mahkamah Syar'iyah Kota Lhokseumawe mencatat total ada sebanyak 420 kasus perceraian yang ditangani. Sementara pada 2018, masih diangka 400 kasus.

“Sampai saat ini, dari total 42 kasus, sebanyak 400 di antaranya sudah diputuskan, sementara 20 lainnya sedang proses,” katanya Panitera Mahkamah Syar'iyah Lhokseumawe Khudaini, SH, Kamis (19/12/2019).

Khudaini mengungkapkan, kasus cerai gugat mendominasi dari total angka perceraian yang ditangani tersebut.

"Kasus yang banyak adalah cerai gugat diajukan oleh istri, sisanya cerai talak," katanya.

Umumnya, kata dia, latar belakang kasus cerai gugat antara lain, tidak dinafkahi, kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, bahkan karena suaminya masuk penjara dan menjalani masa tahanan sampai hingga tahunan.

Sedangkan kasus cerai talak dominan dikarenakan persoalan perselingkuhan dan berselisih paham.

"Mereka yang menggugat cerai itu sebagian besar yang berumur 20 tahun sampai 30 tahun, di usia 30 tahun ke atas sangat sedikit sekali," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...