Rapat Pembentukan AKD DPRK Pidie Alot, Tiga Fraksi Walk Out

Rapat Pembentukan AKD DPRK Pidie Alot, Tiga Fraksi Walk Out

BERITAKINI.CO, Sigli | Rapat pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRK Pidie berlangsung alot.

Dipimpin Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail, rapat dihujani interupsi, Jumat (8/11/2019).

Forum terlihat tak sepenuhnya sepakat dengan mekanisme penempatan personalia dalam struktur AKD.

Sejumlah anggota dewan melancarkan interupsi yang pada intinya ingin pemilihan AKD dimusyawarahkan ulang.

Amatan BERITAKINI.CO di ruang sidang DPRK Pidie, interupsi awalnya terjadi saat sedang berlangsung pemilihan susunan personalia AKD Badan Kehormatan Dewan (BKD). Sejumlah anggota dewan melancarkan interupsi dan meminta pemilihan diulang.

Ini karena teknis pemilihan BKD mengharuskan setiap anggota dewan memilih lima nama. Faktanya, ada yang memilih empat dan ada yang memilih hingga tujuh nama. Sehingga dinilai tak sesuai.

Atas interupsi itu, proses pemilihan personalia BKD pun diulang dan berhasil memilih lima nama.

Saat sidang hendak diskor selama 30 menit untuk melakukan musyawarah pemilihan ketua komisi-komisi, anggota dewan dari Fraksi Demokrat Rahmad Ansar mengajukan interupsi.

Dia mempertanyakan apakah penentuan pimpinan komisi akan dilakukan dalam ruang sidang seperti pemilihan BKD.

Pimpinan DPRK menjawab bahwa penentuan ketua akan ditentukan oleh para anggota komisi yang sudah disampaikan pada awal pembukaan rapat.

"Kami minta kebijakan pimpinan agar setiap pimpinan komisi ada keterwakilan fraksi, jika tidak bisa diakomidir, maka kami keluar dari ruang rapat ini," kata Rahmad Ansar.

Fraksi Gabungan PAN-PKB dan Fraksi Golkar juga menyatakan walk out.

Mereka sadar, jika penentuan ketua komisi dilakukan dengan mekanisme voting internal di komisi-komisi, maka mereka bisa dipastikan tidak mendapat kursi pimpinan, karena hanya memilik tiga suara di setiap komisi.

Komentar

Loading...