Raih IPK Tertinggi Kedua, Alumni UTU ini Malah Tak Dinobatkan Sebagai Lulusan Terbaik

Raih IPK Tertinggi Kedua, Alumni UTU ini Malah Tak Dinobatkan Sebagai Lulusan Terbaik

BERITAKINI.CO, Meulaboh | Seorang alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Teuku Umar (UTU) memprotes keputusan kampus tersebut yang menetapkan delapan mahasiswa sebagai lulusan terbaik.

“Saya memprotes sebab di antara delapan orang yang dinobatkan itu IPK nya lebih rendah dari pada saya, sementara lulusan terbaik itu diambil dari IPK tertinggi mahasiswa yang di wisuda kemarin,” kata Rahma Yana, saat dikonfirmasi BERITAKINI.CO, Minggu (11/11/2018).

Sebelumnya, UTU mewisudakan 508 lulusan, Sabtu (10/11/2018). Sebanyak 146 lulusan berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, 123 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 81 Fakultas Pertanian, 78 Fakultas Ekonomi, 58 Fakultas Teknik,dan 22 lulusan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Dari jumlah itu, sebanyak 69 mahasiswa mendapat predikat cumlaude. Kampus tersebut juga menetapkan 8 orang mahasiswa terbaik yang akan dihadiahi dengan sertifikat kelulusan terbaik mewakili setiap jurusan yang ada.

Rahma menilai, seharusnya ia pantas mendapatkan hal tersebut mewakili jurusanya Administasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Sebab Indeks Prestasi Komulatif (IPK) nya mencapai 3,84.

“Tapi yang menerima anugerah lulusan terbaik itu malah orang yang IPK nya di bawah saya, kenapa bisa demikian, kan IPK tertinggi yang diambil bukan yang dekat dengan mereka (pejabat kampus),” kesalnya.

Hal itu membuat dirinya kecewa dan membuat orang tuanya bertanya-tanya. Rahma Yana juga mencurahkan isi hatinya di media sosial Facebook. Ia menginginkan  pihak Universitas segera mengklarifikasi.

“Kemarin karena bukan saya yang dipanggil, siap naik ke atas panggung ambil ijazah saya langsung pulang, karena kebijakan kampus sangat mengecewakan, saya niat membanggakan orang tua malah mereka buat harapan itu sia-sia,” keluhnya.

Sementara 8 lulusan terbaik tersebut di masing masing Widya Novpriani IPK 3,91, Ovi Diana Masyithah IPK 3,80, Balqis Fahira Ningrum IPK 3,79, Agus Muhajir IPK 3,79, Heri Safrizal IPK 3,78, Anggi Liani IPK 3,77, Winda Trisniawati IPK 3,72, dan Lario Saunabellata IPK 3,70.

Sementara itu, Kapala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Afni mengaku hal itu bukan merupakan unsur kesengajaan, kemungkinan ia beranggapan ada kesalahan teknis, sehingga pihaknya akan melakukan pengecekan data kembali.

“Saat ini saya tidak pegang data dan akan kita cek kembali besok, jika benar IPK mahasiswa itu (Rahma Yana) lebih tinggi dari delapan orang yang ditetapkan, maka kita tetap akan berikan sertifikat lulusan  terbaik kepadanya,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...