Pupuk Subsidi Langka Diduga Diborong Orang-orang Kaya di Pidie

Pupuk Subsidi Langka Diduga Diborong Orang-orang Kaya di Pidie

BERITAKINI.CO, Sigli | Kelangkaan pupuk bersubsidi masih belum teratasi di Kabupaten Pidie. Petani masih sulit mendapatkan semua jenis pupuk yang disubsidi pemerintah untuk mencukupi kebutuhan saat musim tanam seperti saat ini.

Sementara Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie, Zulkifli mengatakan bahwa kelangkaan pupuk di Pidie disebabkan minimnya kuota yang berikan pemerintah kepada kabupaten tersebut.

Ditambah lagi, pupuk yang harusnya diperuntukkan kepada petani garapan, banyak diserap orang-orang kaya untuk kebutuhan lahan-lahan mereka.

"Kuota pupuk hanya 35 persen dari jumlah lahan, tapi 80 persen dari kuota tersebut dibeli orang-orang kaya untuk lahan-lahan mereka," katanya Zulkifli, Rabu (8/1/2020) saat rapat dengan Komisi II DPRK Pidie dan para pengecer pupuk subsidi, dan perwakilan petani di Pidie.

Dalam pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Pidie, sambung Zulkifli, pihaknya tidak masuk dalam penyaluran kepada setiap kios pengecer, karena hal itu sudah masuk ke ranah distributor yang mengacu pada data luas wilayah yang dipegang.

Hanya saja, ke depan pihaknya akan menyediakan kartu tani bagi petani garapan, agar distribusi pupuk bersubsidi yang terbatas tersebut bisa disalurkan tepat sasaran.

"Kita akan mulai data dulu petani garapan di Kecamatan Peukan Baro, nantinya jika tidak ada kartu tani tidak dibenarkan beli pupuk bersubsidi," ujarnya.

Perwakilan petani, Andi Firdaus tampak menunjukkan kegeramannya terhadap apa yang disampaikan pihak Dinas Pertanian Pidie, terutama tentang ketidak terlibatan dinas itu dalam proses penyaluran pupuk subsidi secara langsung.

"Pupuk yang dikelola olah distributor itu dari rakyat, masak dinas menyatakan tidak berwenang dalam pendistrubusian pupuk subsidi. Saya tanya izin distributor itu siapa yang keluarkan? Padahal dengan itu pemerintah bisa mencabut izin mereka (distributor) jika diketahui melakukan penyelewengan dari ketentuan," ujar Andi.

Ia berharap kepada DPRK Pidie untuk menuntaskan persoalan kalangkaan pupuk tersebut. Sebab kondisi tersebut bukan lagi masalah kecil, tapi masalah yang dihadapi 70 persen masyarakat Pidie yang mengantungkan hidup pada sektor pertanian.

"Pertemuan ini jangan hanya formalitas, kami berharap dewan buat agenda dan panggil distributor, dinas dan bahkan bupati Pidie untuk selesaikan persoalan ini," ujarnya.

Rubrik

Komentar

Loading...