Pupuk Subsidi Langka di Aceh Tenggara, Distan Minta Petani Pakai Non-Subsidi

Pupuk Subsidi Langka di Aceh Tenggara, Distan Minta Petani Pakai Non-Subsidi
ilustrasi

BERITAKINI.CO, Kutacane | Alamin harap-harap cemas. Petani di Desa Terutung Megara Baru, Kecamatan Lawe Sumur, ini khawatir hasil panen padinya tak sesuai dengan harapan. Pupuk subsidi yang selama ini menjadi tumpuan, justru sulit ditemukan di pasaran.

Alamin tak tahu mengapa pupuk tersebut sulit diperoleh. “Tapi memang sudah langka lebih dari sebulan ini,” kata Ketua Kelompok Tani Bahagia, ini pada BERITAKINI.CO, Kamis (18/10/2018).

“Terutama jenis urea, NPK, SP36, KCL."

Dia berharap Dinas Pertanian Aceh Tenggara secepatnya mengatasi kelangkaan dan kesulitan pupuk tersebut agar hasil panen masyarakat bisa memuaskan.

“Untuk pihak agen hingga distributor, tolong, jangan main-main. Ini kebutuhan utama para petani," pinta Alamin.

Sementara itu Kasi Pupuk J Manulang kepada BERITAKINI.CO, Kamis (18/10/2018) mengatakan, mereka sesungguhnya telah mengajukan total 17 ribu ton pupuk bersubsidi untuk 2018.

Tapi hanya sekitar 8.000 ton yang direalisasikan Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Provinsi Aceh. “Sudah termasuk tambahan pada bulan Oktober ini ," kata Manulang.

Jadi untuk mengatasi keterbatasan pupuk bersubsidi tersebut, kata dia, sebaiknya para petani di Aceh Tenggara menggunakan pupuk non-subsidi.

“Kita sudah berupaya tetapi kuota untuk pupuk subsidi dari pusat memang terbatas jumlahnya," jelas Manulang. | JUPRI

Komentar

Loading...