Puluhan Tiang Pancang Proyek Jembatan Handel Aceh Singkil Tak Terpakai, TP4D: Jangan Dibayar!

Puluhan Tiang Pancang Proyek Jembatan Handel Aceh Singkil Tak Terpakai, TP4D: Jangan Dibayar!

BERITAKINI.CO, Singkil | Puluhan tiang pancang Proyek Jembatan Handel, Desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah tidak terpakai.

Hal itu diketahui setelah Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Singkil meninjau proyek itu.

"Benar, setelah kami ke sana beberapa waktu lalu, kami melihat ada tiang pancang yang tidak terpakai, artinya tiang pancang yang dibutuhkan tidak sebanyak itu," kata Kajari Aceh Singkil Amrizal Tahar, Jumat (29/11/2019).

Namun ia mengaku tidak mengetahui pasti berapa jumlah tiang yang tidak terpakai itu. "Yang jelas kami telah menyampaikan yang tidak terpakai jangan dibayar," tegasnya.

Informasi yang diperoleh, tiang-tiang pancang yang tidak terpakai itu saat ini telah diangkut oleh rekanan ke Medan, Sumatera Utara.

Sementara Plt Kepala Dinas PUPR Aceh Singkil Erwinsyah Putra membenarkan bahwa TP4D merekomendasi agar pemerintah tidak membayar tiang pancang yang tidak terpakai tersebut.

Menurutnya, ada 33 tiang yang tak terpakai dengan total harga satuan sekitar Rp 400 juta.

"Pasti kami tidak bayarkan, saya berprinsip lebih menguntungkan negara," imbuhnya.

Kata Erwinsyah, untuk tahun ini proyek Jembatan Handel itu dibangun dengan anggaran Rp 10 miliar. Adapun item kegiatannya masing-masing, dua abutment kiri kanan dan dua pilar. Rekanannya adalah PT Pulo Sarok.

"Soal apakah selesai sesuai target tahun ini, Insya Allah kalau tidak ada kendala seperti air meningginya debit air Sungai Cenendang,” katanya.

Kata dia, untuk tahun depan, PUPR akan menganggarkan Rp 6 miliar lagi untuk sambungan pekerjaan itu.

“Pada 2021 Insya Allah kita anggarkan lebih besar lagi sehingga pada 2022 jembatan yang menghubungkan Kecamatan Singkohor-Kota Baharu itu sudah fungsional,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...