Puluhan Pemuda Demo Polda Aceh Minta Polisi Tangkap Ramli MS dan Bebaskan Tgk Janggot

Puluhan Pemuda Demo Polda Aceh Minta Polisi Tangkap Ramli MS dan Bebaskan Tgk Janggot

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Keadilan (PPK) menuntut Kapolda Aceh segera meminta Kapolres Aceh Barat membebaskan Zahidin alias Tgk Janggot atas kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Bupati Aceh Barat Ramli MS, Senin (22/2/2021).

Mereka meyakini Zahidin tidak bersalah dalam kasus pencemaran nama baik terhadap bupati Aceh Barat. Bahkan peserta aksi menilai yang semestinya masuk jeruji adalah Ramli MS.

Koordinator Aksi Kamal Rijal mengatakan, kasus yang menjerat Tgk Janggot terkesan seperti kasus yang diputar-putar.

Pasalnya, kata dia, kasus ini berawal dari laporan Tgk Janggot atas dugaan penganiayaan yang dialaminya dengan terlapor Ramli MS.

Setelah sekian, kata dia, polisi malah menetapkan orang lain sebagai tersangka, bukan Ramli MS. Di kutub lain, Ramli juga melaporkan Tgk Janggot ke polisi atas kasus penistaan, pengancaman serta penyerangan terhadap penguasa yang sah ke Polres Aceh Barat.

Tgk Janggot pun ditetapkan sebagai tersangka dan kini telah dijembloskan ke dalam sel tahanan.

Karena itu, demonstran menilai, kapolda bersama jajaran telah menerapkan hukum yang tumpul kepada pejabat tajam ke pada rakyat.

"Pak yang dipukul itu Pak Zahidin, yang mukul Ramli, tapi kenapa guru kami Tgk Zahidin yang dihakimi," katanya.

Menilai tidak ada keadilan yang diterapkan kepolisian maka mereka pun meminta kapolda Aceh segera membebaskan Tgk Janggot yang disangkakan sebagai korban kezaliman dari Bupati Ramli MS.

"Bukan hanya sekedar membebaskan Tgk Janggot, tapi kapolda juga harus menangkap Si Ramli dalam kasus pemukulan tersebut," ujarnya.

Menurutnya, jika berpegang pada bukti dan visum, maka jelas Ramli adalah orang yang bersalah.

"Jika dilihat dari visum, bukti dan fakta, maka yang bersalah adalah sang bupati, " ujarnya dalam orasi.

Sementara itu peserta aksi dari kalangan pemuda Darwis meminta kebijaksanaan dari kapolda Aceh dalam kasus tersebut.

"Tanpa rakyat, kalian tidak ada gunanya di Aceh ini, nampakan keadilan jangan ada lagi penindasan," ujarnya.

Menurutnya pihak keamanan yang menangkap Tgk Janggot tidak lagi mempunyai hati nurani dan tidak memakai akal sehat dalam bertindak.

"Tolong bapak-bapak pakai akal cerdasnya, saya rasa semuanya cerdas, tolonglah bapak bebaskan guru kami," teriaknya.

Amatan BERITAKINI.CO, Direktur Reserse Kriminalisasi Umum (Diskrimun) Polda Aceh Sony Sanjaya, sempat meminta peserta aksi menghentikan orasi dan akan memfasilitasi tempat untuk berdiskusi.

Namun nampak penolakan yang keras dari peserta aksi, mereka ingin menyampaikan pendapatnya di muka umum agar seluruh masyarakat tau apa saja aspirasi yang disampaikan dalam aksi.

Rijal melanjutkan, pihaknya akan kembali berorasi jika memang kapolda tidak merespon aspirasi-aspirasi yang disampaikan.

"Jika saja bapak kapolda tidak gubris permintaan kami, maka bisa dipastikan, kita akan berjumpa lagi di depan gedung kepolisian ini," katanya.

"Kami tidak akan bosan untuk menuntut keadilan, tolong pak respon permintaan kami, tuntutan kami, jangan ada lagi hukum yang tumpul ke atas tajam ke bawah.”

Rubrik

Komentar

Loading...