Puluhan Pemuda Demo DPRK Aceh Tenggara, Ini Tuntutannya

Puluhan Pemuda Demo DPRK Aceh Tenggara, Ini Tuntutannya

BERITAKINI.CO, Kutacane | Puluhan pemuda mengatasnamakan Aliansi Pemuda Tanoh Alas Bersatu menggelar aksi demonstrasi ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara, Rabu (9/9/2020).

Mereka menuntut DPRK mengoptimalkan fungsi dan wewenangnya. Karena selama ini Aliansi menilai peran dewan tersebut berjalan sangat minim.

Amatan BERITAKINI.CO, peserta aksi berkumpul di Stadion H Syhadat Kutacane lalu berjalan kaki menuju gedung DPRK untuk berorasi di sana.

Koordinator Aksi Rudi Tarigan dalam orasinya mengatakan, mereka merasakan bahwa fungsi dan wewenang dewan tak berjalan sebagaimana mestinya. Ada begitu banyak proplem di tengah masyarakat yang minim atensi dari para wakil rakyat.

Seperti halnya persoalan penyaluran barang-barang bersubsidi, di antaranya pupuk dan gas 3 kg.

Berorasi sekira 20 menit, dewan kemudian mengajak perwakilan perserta aksi untuk beraudiensi.

Hadir Ketua DPRK Aceh Tenggara Denny bersama sejumlah anggota dewan lainnya.

Kepada para wakil rakyat, perwakilan peserta aksi menuntut DPRK untuk membentuk Badan Pengawas Independen untuk mengawasi barang-barang bersubsidi terutama berkaitan dengan kebutuhan petani dan masyarakat seperti pupuk urea subsidi dan gas 3 kg.

Mereka juga mendesak DPRK untuk lebih pro aktif mengawasi realisasi anggaran penanganan Covid-19.

“Kami mendesak dewan untuk menyurati secara serius Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk segera memindahkan kantor TNGL ke Aceh Tenggara serta mendesak Pemkab  menyiapkan segala kebutuhan untuk proses pemindahan kantor TNGL tersebut,” kata Rudi Tarigan.

Selain itu, Aliansi meminta DPRK agar meminta Kementerian LHK untuk membuka kantor resmi perwakilan BPDAS di Kutacane untuk membuka pintu masuk segala program kehutanan.

“Kami juga mendesak DPRK untuk menguatkan fungsi Polisi Hutan serta petugas TNGL demi kelestarian hutan, dan meminta dewan membentuk qanun pengelolaan pariwisata,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Tenggara Denny dalam pertemuan sempat menyatakan, akan membahas tuntutan atau masukan tersebut bersama anggota dewan lainnya.

Namun, kata Denny, terkait pemindahan kantor BTNGL itu sudah ada perwakilan dari anggota DPR-RI yakni Salim Fakhri dan TA Khalid yang sudah beberapa kali melakukan pertemuan bersama pejabat berwenang di Kementrian KLHK di Jakarta.

Sementara penggunaan anggaran covid-19, untuk hal itu, pihaknya akan memanggil pejabat terkait dari ekskutif dan dilakukan rapat internal.

Rubrik

Komentar

Loading...