Puluhan Orang Rusak Kantor Geuchik di Lhokseumawe, Ini Dugaan Pemicunya

Puluhan Orang Rusak Kantor Geuchik di Lhokseumawe, Ini Dugaan Pemicunya

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | Puluhan orang mengamuk dan merusak kantor Geuchik Gampong Kota, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Kamis (22/8/2019) sekira pukul 13.30 WIB tadi.

Kantor itu mengalami kerusakan cukup serius, seperti jendela, dan isi ruangan yang rusak berantakan. Warga menggunakan batu serta kayu untuk melancarkan aksinya.

Seorang pria yang ikut dalam aksi itu mengatakan, kemarahan mereka itu dipicu beredarnya surat Geuchik Gampong Kota Ahmadi, yang meminta warga mengosongkan lahan seluas 100 x 100 meter di kawasan itu.

Sementara selama ini, lahan itu digunakan warga sebagai lapak dagangan mereka. Dan itu sudah berlangsung sejak lama.

Dilihat BERITAKINI.CO, ada empat poin yang tertera dalam surat kepala desa tersebut.

Yang pertama, geuchik menyampaikan bahwa berdasarkan surat Wali Kota Lhokseumawe tanggal 11 Februari 2019, lahan tersebut telah diiziinkan digunakan untuk penghijauan dan fasilitas masjid.

Di poin kedua, berdasarkan musyawarah gampong pada 19 Agustus 2019, telah disepakati waktu dan mekanisme penimbunan lahan tersebut yang berasal dari sumbangan masyarakat.

Selanjutnya, geuchik juga menyampaikan bahwa untuk memperlancar dan suksesnya pelaksanaan penimbunan, agar para pedagang memindahkan barang-barang milik mereka yang masih berada di lahan Gampong Kota.

“Hal itulah yang membuat kami amrah,” kata pria itu.

“Artinya, hari ini juga warga diminta untuk memindahkan barang barang warga dan segera untuk di kosongkan.”

Padahal menurut dia, lahan itu adalah milik mereka. Sebab, merekalah yang melakukan penimbunan pantai di sana untuk membuat lapak dagangan.

Baca: Mengamuk, Warga Rusak Kantor Geuchik di Lhokseumawe

Mereka mengaku juga telah duduk bersama Wakil Ketua ll DPRK Kota Lhokseumawe T Sofianus membahas tentang lahan ini dan sudah diputuskan tidak ada pengusuran.

“Nah kenapa tiba-tiba keluar surat tersebut,” katanya. | RAJA 

Rubrik
Pemprov Aceh

Komentar

Loading...