Puluhan Geuchik Minta Camat Bambel Diganti

Puluhan Geuchik Minta Camat Bambel Diganti
Surat tuntutan puluhan geuchik agar Camat Bambel diganti.(BERITAKINI.CO | JUPRI)

BERITAKINI,CO, Kutacane | Puluhan kepala desa (geuchik) di kecamatan Bambel, meminta Bupati Aceh Tenggara segera mencopot Asaluddin, sebagai camat Babel.

Permintaan itu disampaikan dalam bentuk surat pernyataan yang diserahkan kepada Wakil Bupati Agara, Bukhari, Rabu sore (24/10/2018).

"Dalam pertemuan dengan wakil bupati kemarin, kami meminta camat dicopot atau diganti,” kata Geuchik Gampong Bambel Gabungan Nawi SE, Kamis (25/10/2018).

Kata dia, alasan mereka meminta camat Bambel diganti karena terlalu ikut campur urusan internal desa. Termasuk dalam hal pengelolaan dana desa.

“Bahkan, camat diduga melakukan pungutan liar (pungli) saat pencairan dana desa tahap I tahun 2018. Jumlahnya sebesar Rp 2 juta bagi setiap gampong,” kata Nawi.

Dalam surat tuntutan kepala desa se kecamatan Bambel Nomor: Ist/x/2018 yang ditandatangani 30 guechik yang diterima BERITAKINI.CO, perangkat desa juga menuding camat mengutip uang sebesar Rp 1 juta dengan dalih untuk biaya sekolah camat Bambel di Jatinangor, Jawa Barat.

“Kami sangat memohon agar bupati atau wakil bupati dapat menidaklanjuti tuntutan kami. Jika tidak, kami akan menyerahkan stempel gampong sebagai bentuk keberatan atas kinerja camat,” katanya.

“Saat ini 30 stempel sudah terkumpul dan hanya tinggal diserahkan saja jika tuntutan kami tak digubris."

Terkait hal itu, Camat Bambel Asaluddin dikonfirmasi BERITAKINI.CO, membantah tudingan puluhan perangkat desa tersebut.

“Tudingan pungli yang disampaikan para geuchik itu sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah meminta uang kepada geuchik,” kata Asaluddin.

Diakuinya, ia pernah menerima uang sebesar Rp 2 juta/desa. Uang itu, kata dia untuk membuat R-APBDes tahun 2018.

“Jika memang geuchik menuding saya ada melakukan pungli, saya berani buka-bukaan di hadapan aparat hukum," tegasnya.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRK Agara, Sufian Sekedang meminta bupati dan wakil bupati Agara agar segera menyelesaikan polemik yang terjadi di kecamatan Bambel tersebut.

“Apalagi ada informasi yang sudah beredar luas bahwa diduga camat Bambel meminta sejumlah uang kepada para geuchik untuk keperluan tertentu. Jadi masalah tersebut harus segera diselesaikan, jangan diulur-ulur lagi," kata Sufian. | JUPRI

Rubrik

Komentar

Loading...