Puluhan Ayam Jago Ilegal Asal Thailand Seharga Rp 2 Miliar Disuntik Mati di Banda Aceh

Puluhan Ayam Jago Ilegal Asal Thailand Seharga Rp 2 Miliar Disuntik Mati di Banda Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kanwil Bea Cukai bersama Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh memusnahkan barang bukti ayam ilegal, Selasa (9/2/2021).

Pemusnahan tersebut dilakukan di komplek Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh.

Ayam Ilegal yang dimusnahkan merupakan hasil penangkapan tim patroli Bea Cukai Aceh, Kanwilsus Bea Cukai Kepulauan Riau, dan Bea Cukai Langsa.

Puluhan ayam tersebut ditemukan di sebuah kapal di Aceh Tamiang.

“Petugas juga mendapatkan kura-kura serta menangkap tiga orang tersangka,” kata Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh Safuadi.

"Satu di antaranya juga merupakan residivis penyeludupan barang ilegal tahun 2019."

Ayam dan kura-kura tersebut, kata Fuadi, direncanakan akan diperjual belikan keluar Aceh yakni ke Pulau Jawa dan Surabaya.

"Ada sekitar 89 ekor Ayam Jago yang kita musnahkan dengan cara disuntik mati,” Fuadi.

Ayam yang sudah mati, kata Fuadi, langsung dibakar di ruang bakar karantina untuk mengantisipasi masyarakat terkena virus yang diidap unggas tersebut.

"Ayam ini sudah positif terkena virus yang mematikan, virus itu adalah virus Avian Influenza, kita telah buktikan melalui laboratorium stasiun karantina ini, sehingga harus dimusnahkan," ujarnya.

Lanjutnya ayam yang dimusnahkan tersebut jika diperjual belikan bisa mencapai harga Rp 50 juta per ekornya.

"Ini kan ayam petarung, masyarakat banyak juga menggunakan ayam ini untuk perjudian," kata Fuadi.

Sedangkan kura-kura, kata Fuadi, bisa mencapai harga ratusan juta per ekornya.

"Semuanya bisa kita perkirakan mencapai harga Rp 2 Miliar kalau dijual di dalam negeri," ujar Fuadi.

Sementara tiga ekor kura-kura, tidak dimusnahkan melainkan akan di serahkan kepada BKSDA Aceh.

"Nanti BKSDA yang memutuskan, apa dijadikan alat penelitian atau diserahkan ke kebun binatang," ujarnya.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...