PT ALS Bantah Belum Bayar Pajak Batu Split

PT ALS Bantah Belum Bayar Pajak Batu Split
Timbunan batu split milik PT ALS di kawasan Pelabuhan Calang sedang diangkut menggunakan truk untuk dimasukkan ke kapal, Senin malam (22/10/2018)

BERITAKINI.CO, Calang | Pemilik PT ALS Yusdi membantah jika perusahaan tersebut ketahuan hendak mengirim batu split dari Aceh Jaya ke luar daerah tanpa bayar pajak.

Yusdi mengaku telah melunasi pajak batu split sebanyak 5.002 M3 itu senilai Rp 30 juta lebih kepada Pemerintah Aceh Jaya. 

Hal itu disampaikan Yusdi kepada BERITAKINI.CO, Kamis (25/10/2018) menanggapi berita sebelumnya dengan judul, "PT ALS Ketahuan Hendak Kirim Batu Split dari Aceh Jaya Tanpa Bayar Pajak".

"Masalah itu sudah kita lunasi hari pada Selasa, 23 Oktober 2018, dan bukti lunas bisa dilihat di DPKK atau ketemu langsung dengan pihak pelabuhan," kata Yusdi.

Sebelumnya Bupati Aceh Jaya Irfan TB mendapati tumpukan baru split di kawasan Pelabuhan Calang pada Senin malam, 22 Oktober 2018.

Irfan mengatakan, dia sengaja turun langsung untuk memastikan informasi tentang adanya aktivitas pengiriman material keluar daerah tanpa membayar pajak.

“Jadi langsung saya hubungi Kabid Pendapatan dan menanyakan apakah ada PAD untuk kita, dan dia (Kabid) menyampaikan tidak ada, sehingga malam ini langsung saya hubungi asisten I dan dinas perhubungan untuk berkoordinasi," kata Irfan, Senin malam lalu.

Malam itu, Irfan menuju ke lokasi sekira pukul 22.00 WIB. Turut serat asisten I Pemerintah Aceh Jaya, kepala dinas Perhubungan, kepala Satuan Polisi Pamong Praja, serta Kabid Pendapatan Dinas Keuangan Kabupaten Aceh Jaya.

Irfan menambahkan bahwa hasil koordinasi diketahui perusahaan tersebut memang belum membayar pajak mineral tersebut kepada pemerintah daerah hingga Senin malam, 22 Oktotber 2018 itu.

"Setelah berkoordinasi dengan pihak pengusaha maka mereka berjanji pada hari Rabu akan datang ke Aceh jaya untuk melakukan pembayaran," katanya.

Sementara itu, Kabid Pendapatan Dinas Keuangan Masri mengatakan bahwa PT ALS melunasi pajak tersebut esok harinya atau pada Selasa, 23 Oktober 2018 senilai Rp 30 juta lebih sesuai dengan material yang dikirim. | ARIF 

Rubrik

Komentar

Loading...