Proyek Wisata Rp 3,2 M Tak Kunjung Rampung, Dinas Pariwisata Bener Meriah Tegur PT Bangun Rezki Indpi Makmur

Proyek Wisata Rp 3,2 M Tak Kunjung Rampung, Dinas Pariwisata Bener Meriah Tegur PT Bangun Rezki Indpi Makmur
Lokasi proyek wisata hutan lindung Lut Kucak, di Kampung Waq Pondok Sayur, Kecamatan Bukit, Bener Meriah

BERITAKINI.CO, Redelong | Dinas Pariwisata Bener Meriah melayangkan teguran kepada rekanan proyek kawasan hutan lindung wisata Lut Kucak, Kampung Waq Pondok Sayur, Kecamatan Bukit, Bener Meriah.

Proyek yang dikerjakan PT Bangun Rezki Indpi Makmur dengan nilai kontrak Rp 3,2 miliar itu, tak kunjung rampung meski telah di penghujung 2020 ini.

Dengan waktu yang tersisa, dikhawatirkan, pekerjaan tak selesai tahun anggaran ini.

Kekhawatiran ini juga disampaikan sejumlah anggota DPRK Bener Meriah yang baru-baru ini meninjau langsung lokasi proyek tersebut.

Adapun berdasarkan temuan anggota DPRK Bener Meriah, realisasi proyek masih sangat rendah, di mana pengerjaannya masih pada tahap pondasi.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Bener Meriah, Irmansyah mengatakan, hingga November 2020, realisasi proyek hutan lindung Lut Kucak tersebut baru 50 persen.

“Karena itu, kita sudah beri teguran menindaklanjuti surat terguran yang dilayangkan konsultan pengawas Waqasly Multi Creation kemarin,” kata Irmansyah, Sabtu (21/11/2020).

Perlu reboisasi

Anggota DPRK Bener Meriah, Julkifli mengatakan, berdasarkan temuan dewan, Lut Kucak membutuhkan reboisasi atau penghijauan kembali.

Terutama pada titik-titik hutan yang sempat digarap warga untuk lahan perkebunan.  

"Jika itu tidak segera direboisasi, maka kawasan tersebut akan terancam longsor," katanya.

Dewan, kata Julkifli, juga akan memanggil pihak Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Wilayah III.

"Kita akan mempertanyakan sejauh mana pemerintah berkoordinasi dengan KPH, karena kawasan tersebut merupakan hutan lindung," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...