Proyek Rp 24 Miliar, Pokja BP2JK Aceh Menangkan Perusahaan dengan Penawaran Rp 15 Miliar di Peudada

Proyek Rp 24 Miliar, Pokja BP2JK Aceh Menangkan Perusahaan dengan Penawaran Rp 15 Miliar di Peudada
Koordinator Lembaga Pemantau Lelang Aceh LPLA Nasruddin Bahar

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pokja BP2JK Aceh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memenangkan perusahaan dengan penawaran sangat rendah pada proyek Rehabilitasi Jembatan Krueng Peudada, Kabupaten Bireuen tahun 2021.

Dilihat di LPSE Kementerian PU, Pokja memenangkan PT PT Ramai Jaya Purna Sejati dengan nilai penawaran Rp 15,2 miliar atau hanya 63,5 persen dari HPS senilai Rp 24 miliar. Hal ini pun dinilai telah menyalahi aturan kewajaran harga.

Koordinator Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) Nasruddin Bahar mengatakan, berdasarkan surat dari Dirjen Bina Konstruksi Nomor PB.0201-DK 97 tentang Tim Tekhnis Pendamping Evaluasi Kewajaran Harga tahun anggara 2021 menyebutkan jika calon penyedia menawarkan di bawah 80 persen dari HPS maka wajib dievaluasi kewajaran harga oleh tim tekhnis yang dibentuk oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

“Penawaran PT Ramai Jaya Purna Sejati ada di bawah 80 persen dari HPS sehinga tidak memenuhi syarat jika dievaluasi kewajaran harga,” katanya.

LPLA menilai, Pokja BP2JK Aceh tidak mematuhi Surat dari Dirjen Bina Konstruksi di mana surat tersebut ditujukan kepada masing masing kepala Balai BP2JK.

“Kami menilai ada kejanggalan dari penetapan nilai HPS oleh PPK di mana harga OE (Owner Estimite) dibuat terlalu tinggi atau tidak wajar, sebagai contoh dalam OE harga penyedia tiang pancang per meter dibuat Rp 5,4 juta, sedangkan harga pabrikan ditambah ongkos sampai di lokasi pekerjaan hanya berkisar Rp 600 ribu per menter,” katanya.

“Item tiang pancang sangat berpengaruh terhadap nilai OE karena jumlahnya sangat besar yaitu berkisar Rp 2,43 miliar dengan volume 450 meter.”

Rubrik
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...