Produksi Uang Palsu untuk Beli Sabu dan Isi BBM, Dua Pria Asal Pidie Jaya ini Diringkus Polisi

Produksi Uang Palsu untuk Beli Sabu dan Isi BBM, Dua Pria Asal Pidie Jaya ini Diringkus Polisi

BERITAKINI.CO, Sigli | Dengan bermodalkan sebuah notebook dan sebuah printer, dua warga Kabupaten Pidie Jaya nekat mencetak uang palsu yang akan digunakan untuk membeli narkotika jenis sabu dan mengisi bahan bakar minyak (BBM).

Kasat Reskrim Polres Pidie AKP Mahliadi mengatakan, peredaran uang palsu tersebut terungkap dari laporan pihak SPBU Paru, Pidie Jaya yang mendapatkan sejumlah uang palsu.

Dari laporan itu, tambah Mahliadi, pihaknya kemudian melakukan dan hasilnya, petugas berhasil  mengidentifikasi dua pelaku dan langsung melakukan pengejaran.

Pada 25 Desember 2018, kedua pelaku berhasil dibekuk yakni MR (29) warga Beuringin, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya; dan BR (34) warga Gampong Paya Tui, Kecamatan Ulim, Pidie Jaya.

“MR lebih dulu ditangkap dikediamnnya, kemudian kita lakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya dan BR berhasil dibekuk Ulim, Pijay,” kata Mahliadi, Kamis (27/12/2018).

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti 24 lembar uang palsu pecahan Rp 20 ribu dan 28 lembar uang Rp 100 ribu.

Selain itu, ada mata pisau untuk memotong, hand dryer untuk proses pengeringkan hasil cetakan, water stop, satu laptop, satu printer, enam lembar kertas hvs, dua kartu memori, tiga flahsdisk, dan potongan pafon pvc.

“Kita juga temukan 32 paket diduga sabu, dan sudah kita serahkan ke Sat Resnarkoba Polres Pidie untuk diuji lab,” tambah Mahliadi.

Pengakuan keduanya, setelah mempelajari proses percetakan uang palsu lewat Youtube.

Mereka membeli sejumlah peralatan yang diperlukan di Pasar Meureudu. Proses percetakan uang kemudian dilaksanakan di rumah BR.

Pengakuan keduanya, mereka sengaja mencetak uang palsu tersebut untuk membeli sabu-sabu dan membeli minyak di SPBU.

“Hasil keterangan keduanya, aksi tersebut sudah dilakoni mereka sejak satu bulan terakhir,” tambah Mahliadi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya harus berurusan dengan polisi dan mendekam di ruang tahanan Polres Pidie.

Rubrik
BANK ACEH IDUL ADHA

Komentar

Loading...