Pria Lansia Pemerkosa Penyandang Disabilitas di Aceh Besar Dihukum 24 Bulan Penjara

Pria Lansia Pemerkosa Penyandang Disabilitas di Aceh Besar Dihukum 24 Bulan Penjara

BERITAKINI.CO, Jantho | Mahkamah Syar’íyah Jantho menghukum pelaku pemerkosaan sekaligus pelecehan seksual, MR (73) 24 bulan penjara. Putusan itu dibacakan dalam sidang yang digelar pada Kamis (22/10/2020) di Jantho, Kabupaten Aceh Besar.

Terdakwa MR dinyatakan terbukti bersalah telah melakukan pemerkosaan sekaligus pelecehan seksual terhadap korban RY (40), yang juga seorang penyandang disabilitas.

Majelis Hakim C3 Mahkamah Syar’iyah Jantho menyatakan terdakwa terbukti melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

​“Kita sangat menyayangkan kejadian ini, apalagi korban merupakan penyandang disabilitas. Korban yang seharusnya dilindungi malah mengalami pelecehan seksual dan pemerkosaan,” ujar Humas Mahkamah Syar’iyah Jantho, Murtadha Lc.

​Menurut Murtadha, peristiwa yang dilakukan MR sangat mencoreng nama Aceh sebagai daerah syariat Islam. Ia pun menghimbau setiap orang jangan takut melaporkan jika mengalami perlakuan tak senonoh, karena setiap orang dilindungi oleh undang-undang.

​“Kita apresiasi korban yang berani melaporkan peristiwa yang dialaminya. Perempuan dan anak-anak memang rentan mengalami peristiwa pelecehan, apalagi mereka penyandang disabilitas," katanya.

Untuk itu, kita harap jangan takut memberikan laporan kepada pihak berwajib dengan bukti-bukti yang jelas. Semua orang berhak untuk dilindungi undang-undang,” kata Murtadha Lc.

Murtadha menyebutkan MR dijatuhi hukuman dengan dua dakwaan, yakni pemerkosaan dan pelecahan seksual. Atas perbuatannya, MR dijatuhi sanksi sesuai Pasal 46 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Dengan demikian, pria lansia asal Neuheun, Kecamatan Masjid Raya itu, yang sebelumnya sudah menjalani penahanan dituntut tetap melanjutkan sanksi kurungan selama 24 bulan dengan dipotong masa tahanan.

Rubrik

Komentar

Loading...