Pria ini Hasilkan Jutaan Rupiah Setiap Bulan dari Limbah Ikan, Kok Bisa?

Pria ini Hasilkan Jutaan Rupiah Setiap Bulan dari Limbah Ikan, Kok Bisa?
Ridwan, warga Gampong Ujong Kalak, Aceh Barat, mengolah limbah ikan untuk pakan ternak. (BERITAKINI.CO| AIDIL FIRMANSYAH)

BERITAKINI.CO, Meulaboh | Kreatif, kalimat ini mungkin cocok untuk menggambarkan aktivitas yang dilakukan Ridwan, warga Gampong Ujong Kalak, Kabupaten Aceh Barat.

Pria ini mampu menghasilkan jutaan rupiah dari idenya memamfaatkan limbah tulang ikan untuk dijadikan pakan ternak.

Gampong Ujok Kalak dikenal sebagai senta produksi ikan kayu di Kabupaten Aceh Barat. Selama ini, limbah tulang hasil pengolahan ikan kayu dibuang begitu saja oleh masyarakat setempat.

Jika dibiarkan menumpuk, limbah ini akan menyebabkan pencemaran dan menimbulkan bau. Untuk mengatasi masalah itu, Ridwan mengolah limbah tersebut untuk dijadikan pakan ternak dan menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Saat bincang-bincang dengan BERITAKINI.CO, Sabtu kemarin (24/11/2018), Ridwan menceritakan awal mula usahanya itu.

Kata dia, usaha pembuatan pakan ternak dari limbah ikan itu telah ia lakoni sejak setahun lalu. Ide ini berawal dari ilmu yang Ia dapat dari temannya yang berasal dari luar Aceh.

“Saya dulu diajari oleh teman. Setelah saya pelajari kemudian saya praktekkan dan berhasil,” kata Ridwan.

Ridwan mengatakan, pengolahan limbah untuk dijadikan pakan ternak sangat mudah. Limbah sisa tulang sisa pembuatan ikan kayu itu cukup direbus untuk memisahkan antara daging dan tulang. Usai direbus, daging dan tulang yang telah lunak itu kemudian dijemur.

“Kalau cuacanya mendukung proses pengeringan cukup satu hari. Setelah itu bahan baku limbah ikan yang sudah kering itu digiling hingga sehalus mungkin,” kata Ridwan.

Selain untuk pakan ternak, kata Ridwan, hasil olahan itu juga dapat dijadikan untuk makanan unggas dan pakan untuk ikan air tawar seperti jenis ikan nila, ikan mas, mujair, lele dan ikan lainnya.

Dalam sebulan, kata Ridwan, ia mampu memproduksi 1 hingga 1,5 ton pakan ternak dari limbah tulang ikan. Soal harga, ia menjaulnya Rp 5.000 hingga Rp 7.000 perkilo gramnya sesuai kualitas.

“Pakan ini saya jual untuk wilayah Aceh Barat dan ke Banda Aceh. Dalam sebulan saya bisa mendapat keuntungan Rp 4 juta hingga Rp 6 juta,” kata Ridwan.

Ridwan mengaku saat ini sulit mengembangkan usahanya itu karena terbatasnya bahan baku dan modal usaha.

“Usaha ini baru berjalan satu tahun. Walau semua proses saat ini masih saya kerjakan secara manual, tapi tetap saya kembangkan karena ini sangat membantu petani tambak dan peternak,” kata Ridwan.

Rubrik

Komentar

Loading...