Potret Haji Sebelum dan Sesudah Islam

Potret Haji Sebelum dan Sesudah Islam

BERITAKINI.CO | Bagi umat Islam yang mampu diwajibkan melaksanakan haji. Mampu dalam hal ini berkaitan dengan fisik maupun finansial.

Tetapi, kapan tepatnya perintah haji mulai berlaku? Terkait hal ini, banyak sekali pandangan yang dikemukakan oleh para ulama. Ada yang menyebut haji diwajibkan pada 9 Hijriah, ada pula yang menyebut perintah haji berlaku pada 6 Hijriah, 4 Hijriah, bahkan 10 Hijriah.

Masing-masing ulama punya dasar atas pendapatnya. Contohnya, perintah haji mulai berlaku pada 9 Hijriah didasarkan pada Surat Ali Imron ayat 97, pada 6 Hijriah karena turunnya Surat Al Baqarah ayat 196 dan lain sebagainya.

Yang pasti, praktik haji sudah ada sejak sebelum Islam. Setiap Zulhijjah, orang-orang Arab datang berbondong-bondong ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji.

Dikutip dari NU Online, terdapat perbedaan antara ritual haji sebelum dan sesudah Islam. Dalam buku Mekkah: Kota Suci, Kekuasaan dan Teladan Ibrahim, disebutkan dua perbedaan utama.

Perbedaan pertama yaitu tempat haji. Di masa pra-Islam, haji hanya berpusat di Kabah. Dalam pandangan masyarakat Arab kala itu, Kabah adalah tempat sakral sementara lainnya tidak.

Ketika Islam hadir, haji dilaksanakan tidak hanya terpusat di Kabah melainkan sejumlah tempat lain seperti Arafah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah secara jelas menyebut haji adalah Arafah sehingga bagi umat Islam, puncak haji adalah wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah.

Haji periode Islam juga dijalankan dengan mengunjungi Mina, Muzdalifah, serta Bukit Safa dan Marwa. Masing-masing tempat dikunjungi untuk menjalankan rukun haji seperti melontar jumroh, mabit, dan sa'i.

Perbedaan kedua, pelaksanaan waktu haji. Masyarakat Arab pra-Islam selalu melaksanakan haji saat musim panen agar mereka juga bisa berdagang di Mekah.

Sementara umat Islam melaksanakan haji pada bulan Zulhijah mulai tanggal 8 hingga 13. Waktu ini sudah ditentukan oleh Allah dan tidak bisa diubah.

Rubrik
Sumber
DREAM.CO.ID

Komentar

Loading...