Potret Buruk Puskesmas Samarkilang: Dari Kurang Nakes Hingga Insentif Dihapus Pemkab Bener Meriah

Potret Buruk Puskesmas Samarkilang: Dari Kurang Nakes Hingga Insentif Dihapus Pemkab Bener Meriah

BERITAKINI.CO, Redelong | Buruknya tata kelola Puskesmas Samarkilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, telah membuat masyarakat menanggung resiko yang membahayakan.

Seorang warga Samarkilang, Nurjanah, bahkan sampai melahirkan di pinggir jalan lantaran puskesmas tersebut dalam keadaan kosong.

Ibu hamil tersebut gagal mencapai RSU Muyang Kute, Bener Meriah, dan bersalin di pinggir jalan di kawasan Pucuk Uning, Kecamatan Syiah Utama pada Kamis, 29 Oktober 2020 lalu, dibantu ‘dukun kampung’.

Sejak saat itu, Puskesmas Samarkilang pun menjadi buah bibir. Rabu, 2 November 2020, BERITAKINI.CO mampir ke sana.

Secara fisik, bangunan puskesmas yang terletak di Desa Rata Mulie tersebut, tampak cukup megah. Namun tak terurus.

Ruangan yang ada tampak kosong. BERITAKINI.CO hanya mendapati seorang perawat dan satu bidan yang sedang melayani pasien saat itu.

“Di sini saya ikut membantu pelayanan kesehatan jika dibutuhkan,” ujar Khairiah Fitri, salah satu bidan.

Khairiah Fitri merupakan Bidan Desa Rata Mulie, Samarkilang. Dia mengaku sempat menangani Nurjanah sebelum akhirnya ibu hamil tersebut melahirkan di pinggir jalan.

“Saat itu memang kesalahan kami, kami tidak mendampingi pasien saat hendak dirujuk ke RSU Muyang Kute. Karena kondisi saya pada saat itu dalam keadaan sakit,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Samarkilang Ikhwan Putra kepada BERITAKINI.CO tak membantah jika puskesmas dalam keadaan kosong saat Nurjanah pada 29 Oktober 2020 itu.

“Memang hari libur, cuti bersama. Kita mengakui pelayanan kita di sini memang sedikit kurang lantaran tenaga kesehatan memang betul-betul kurang,” ungkap Ikhwan.

Dia mengungkapkan, Samarkilang hanya memiliki empat bidan untuk melayani 14 desa yang berpenduduk 644 Kepala Keluarga atau 2.271 jiwa.

Sedangkan tenaga kesehatan (nakes) berjumlah 30 orang, di mana enam di antaranya berstatus PNS dan selebihnya honor.

“Bayangkan saja, untuk gaji tenaga honor saat ini Rp 450 ribu per bulan ditambah uang JKN Rp 80 ribu per bulan, itu dibayar per tiga bulan,” ujar Ikhwan Putra.

Insentif Dihapus Pemkab Bener Meriah

Sebelumnya, kata Ikhwan, pada tahun 2015 pemerintah telah memberikan insentif untuk tenaga kesehatan daerah terpencil Rp 450 ribu per bulan, namun sejak 2016 pemkab setempat menghapus dana tersebut.

Tak berhenti di situ, ternyata pihak Puskesmas Samarkilang sebelumnya sudah mengusulkan kesejahteraan tenaga kesehatan di wilayah tersebut, termasuk untuk fasilitas kesehatan.

“Persoalan yang ada di sini sudah sering kami sampaikan, tapi tidak pernah ditanggapi. Persoalan ini juga sudah kami sampaikan kepada pak sekda, tapi juga tidak ada respon,” ungkapnya.

Di samping itu, status UPTD Puskesmas Samarkilang saat ini merupakan puskesmas rawat jalan dengan sistem kerja dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

Rubrik

Komentar

Loading...