Polres Subulussalam Tangkap Tiga Pelaku Hipnotis Berkedok Jualan Batu Merah Delima 

Polres Subulussalam Tangkap Tiga Pelaku Hipnotis Berkedok Jualan Batu Merah Delima 
Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono menunjukkan barang bukti batu yang disebut merah delima

BERITAKINI.CO, Subulussalam | Polisi menangkap tiga pelaku kejahatan hipnotis dengan modus menawarkan produk batu merah di wilayah Kota Subulussalam.

Mereka masing-masing A (60) warga Kampung Polri Bunga Tanjung Indah, Kecamatan Kota Tangah, Sumatera Barat, EC (53) warga Parak Batuang, Kecamatan Paya Kumbuh Barat, Sumatera Barat; dan JM (46) warga Perum Garuda Kuala Payung Sekaki, kecamatan Kuala, Kabupaten Kampar, Riau.

"Ketiga pelaku diamankan saat menjalankan aksinya di terminal Subulussalam," kata Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono didampingi Kabag Ops AKP Raman Manurung dan Kapolsek Simpang Kiri, Iptu Arianto dalam konferensi pers di Mapolsek Simpang Kiri, Rabu (21/4/2021).

Terbongkarnya kedok ketiga warga luar Aceh ini berawal dari laporan Ndeling Tumangger (65), warga Desa Bulusema, Kecamatan Suro, Aceh Singkil pada 19 April 2021 lalu.

Ndeling Tumangger mengaku menjadi korban dari praktik kejahatan tiga pelaku tersebut.

Saat itu, kata Qori Wicaksono, korban sedang berjalan-jalan di seputaran terminal Subulussalam dan bertemu dengan ketiga pelaku.

Salah satu dari pelaku yakni JM, kemudian menawarkan batu merah delima.

“Karena korban diduga telah kena hipnotis sehingga dia menurut. Pada saat itu ditawarkan Rp 500 juta tapi tawar-menawar korban hanya punya uang Rp 1,3 juta,” katanya.

Pelaku menerima duit tersebut sebagai uang muka. Sementara sisanya, korban mengatakan akan mengambilnya dulu di rumahnya.

Lantas korban pulang ke rumah namun di jalan korban tersadar.

Tak terima, korban pun melapor ke Polsek Simpang Kiri. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku.

Pada saat penangkapan, kata Qori, pelaku berusaha melarikan diri sehingga terjatuh dan ada sedikit mengalami luka memar. 

"Dari tersangka kita amankan barang bukti berupa batu merah delima dan ada uang milik korban Rp 1,3 juta,” katanya.

"Ketiga orang ini kita sangkakan melanggar Pasal 378 KUHP.” 

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...