Polres Aceh Besar Ringkus Sindikat Pengedar Narkoba Bersenjata Api

Polres Aceh Besar Ringkus Sindikat Pengedar Narkoba Bersenjata Api

BERITAKINI.CO, Jantho | Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Besar menangkap komplotan pengedar narkotika dan menyita sabu seberat 6,7 kg serta sepucuk senjata api jenis FN.

Empat orang dibekuk dalam rangkaian operasi pengungkapan jaringan narkotika tersebut. Tiga di antaranya merupakan warga Bireuen. 

Mereka masing-masing, IS (23), warga Desa Matang Nibong, Kecamatan Jeunieb, Bireuen; seorang perempuan bernama Mar (34), warga Desa Lhok Kulam, Kecamatan Jeunieb; dan Aiy (45), warga Desa Meunasah Reudeup, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen.

Sedangkan satu pelaku lainnya adalah Anh (40), warga Desa Klieng Mayang, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar.

Kapolres Aceh Besar melalui Kasat Narkoba Iptu Sunardi mengungkapkan, IS ditangkap lebih dulu di Desa Lampanah Ine, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar pada Kamis, 8 April 2021 lalu. Petugas menyita sabu seberat 530 gram dari tangan pelaku.

Kepada petugas, IS mengaku sabu itu dia peroleh dari dua orang bernama Nur dan Sul alias Mameh pada 27 Januari 2021 di Desa Sampo Hajat, Bireuen.

Saat itu, kata Sunardi, IS diminta untuk mengambil satu karung sabu yang disembunyikan di dekat pohon kelapa di kawasan Kuala Matang Bangka, Bireuen.

“Sabu tersebut kemudian diangkut menggunakan sepeda motor ke rumah seorang berinisial KR. Di sana, narkoba itu dibagi,” kata Sunardi, Senin (12/4/2021).

Sul mendapatkan sebanyak 10 kg, KR sebanyak 2 kg, dan 18 kg sisanya dibawa oleh IS dan disimpan di rumahnya.

Dari jumlah yang disimpan IS tersebut, lanjut Sunardi, sebanyak 3 kg diambil oleh seorang bernama Rez dari rumah IS tanpa persetujuannya.

Sedangkan 15 kg sisanya, lanjut Sunardi, IS menyerahkannya sebanyak 4 kg kepada Aiy, dan 8 kg kepada seorang perempuan bernama Nan. 

“Nan ini kemudian menyerahhkan kepara tersangka Mar,” kata Sunardi.

Tak hanya itu, IS juga menitipkan sebanyak 1,5 kg kepada seorang bernama Capon (DPO).

Sementara 1,5 kg sisa sabu yang ada pada IS, dijualnya sebanyak 5 ons di kawasan Geumpang, Kabupaten Pidie.

“IS ini juga mengaku pernah membuang sabu ke sungai Trienggadeng sebanyak 2 ons,” kata Sunardi.

Dari pengakuan IS itu, kata Sunardi, petugas pun melakukan pengembangan.

Pada Jumat subuh, 9 April 2021, polisi menangkap Mar di rumahnya di Desa Lhok Kulam, Kecamatan Jeunieb, Bireuen.

Petugas menemukan sebanyak delapan bungkus sabu seberat 6,2 kg lebih yang disembunyikan di atas lemari dalam kamarnya.

Petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumah Nan, namun tak menemukan barang bukti.

Sekira pukul 08.00 WIB hari itu, polisi kembali menangkap Aiy di kawasan Pandrah, Kabupaten Bireuen. Dari Aiyub, ditemukan sabu seberat 16,40 gram. 

Selanjutnya, petugas kembali ke Aceh Besar dan pukul 17.30 WIB berhasil menangkap Anh, warga Klieng Mayang, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar.

Dari tangannya, petugas mengamankan 2,86 gram sabu yang diakuinya diperoleh dari IS. 

Tak hanya itu, polisi juga menemukan sepucuk senjata api jenis FN dari Anh. Menurut Anh, kata Sunardi, sejata itu milik IS yang dititipkan padanya.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...