Polres Aceh Barat Diminta Bebaskan Dua Pembela Syariat

Polres Aceh Barat Diminta Bebaskan Dua Pembela Syariat
Masa MPS saat berorasi di DPRK Aceh Barat | BERITAKINI.CO/Wawan

BERITAKINI.CO, Meulaboh| Puluhan orang yang menamakan dirinya Masyarakat Pencinta Syariat (MPS) menggelar aksi di Mapolres Aceh Barat, Jumat (13/10/2017).

Mereka meminta polisi membebaskan dua tersangka yang menurut mereka adalah pembela syariat.

Untuk diketahui, penyidik telah menetapkan dua anggota FPI sebagai tersangka kasus tindakan anarkis saat penertiban Ratu Kafe di Meulaboh beberapa waktu lalu. Keduanya adalah Neldi Isnayanto (31) dan M Riski (30). Mereka kini mendekam dalam sel tahanan Mapolres Aceh Barat.

Koordinator Aksi, Abu Waled mengatakan, MPS menuntut dua rekannya itu dibebaskan, karena keduanya adalah Pembela Syariat.

Baca: Muslim Atthahiri Nilai Dua Anggota FPI yang Ditangkap di Meulaboh Pejuang Islam

“Kenapa harus ditangkap oleh pihak Kepolisian Aceh Barat, mereka hanya menertibkan tempat porstitusi terselubung yang berkedok tempat karaoke,” katanya.

MPS juga meminta Wilayatul Hisbah, kepolisian, DPRK, serta pemuda untuk menutup kafe-kafe yang melanggar qanun.

“Jika ada orang yang tidak suka dengan Aceh sebagai daerah khusus Syariat Islam, maka boleh cari tempat lain di luar Aceh,” katanya.

MPS juga meminta pihak pelapor mencabut laporan yang telah mempidanakan pemuda pembela syariat.

Sebelumnya, MPS juga sempat berorasi di depan gedung DPRK Aceh Barat. Beberapa perwakilan mereka juga menggelar pertemuan dengan wakil rakyat di lantai dua gedung itu.

Anggota DPRK Aceh Barat Tengku Banta Lidan mengatakan akan menindaklanjuti tuntutan MPS itu, termasuk akan mengundang sejumlah pihak guna menyelesaikan kasus tersebut.

Rubrik

Komentar

Loading...