Polisi Tangkap Pasutri Pemilik Pangkalan ‘Nakal’ di Nagan Raya

Polisi Tangkap Pasutri Pemilik Pangkalan ‘Nakal’ di Nagan Raya

BERITAKINI.CO, Meulaboh | Kepolisian Resort (Polres) Nagan Raya menangkap pasangan suami istri (pasutri) yang diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan peniagaan gas bersubsidi 3 kilogram di luar wilayah distribusi.

Dua pelaku yakni JHR (50) berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan NR (40), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT).

Pasutri ini merupakan pemilik pangkalan gas elpiji Gampong Padang Panyang, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya.

Kasat Reskrim Polres Nagan Raya AKP Boby Putra Ramadhan mengatakan, pasutri tersebut dibekuk saat hendak membawa gas elpiji 3 kilogram menuju Kecamatan Suka Makmue.

Rencananya, kata Boby, mereka akan menjual gas itu kepada penampung atau pengecer dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Gas itu dijual kepada penampung di luar kecamatan dengan harga lebih tinggi yakni Rp 27 ribu. Padahal, jika sesuai dengan HET, kata Kasat, per tabung gas elpiji 3 kilogram hanya seharga Rp 18 ribu.

"Kita mendapat laporan dari warga bahwa terjadi kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram. Kita mencoba lakukan penyelidikan dan menemukan ada agen yang menjual gas di luar wilayah seharusnya," kata Boby, Kamis (22/11/2018).

Dari pelaku, sambung Kasat, petugas menyita 25 buah tabung elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram, 1 mobil toyota Kijang Capsul BL 773 VL, yang digunakan pelaku untuk mengangkut gas dan uang senilai Rp 675 ribu.

Saat ini, para pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman 5 tahun penjara.

“Kita hanya menahan satu orang tersangka yakni JHR, sementara NR istrinya kita bebas lantaran masih merawat seorang anak kecil. Keluarga pun sudah memohon dan bersedia menjadi penjamin, namun kedua tersangka tetap akan diproses," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...