Polisi Tangkap 11 Orang Terkait Ratusan Kg Sabu di Kapal Tak Bertuan di Bireuen, Tiga Didor

Polisi Tangkap 11 Orang Terkait Ratusan Kg Sabu di Kapal Tak Bertuan di Bireuen, Tiga Didor

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Polisi melakukan serangkaian operasi penangkapan terhadap mereka yang diduga terlibat peredaran gelap narkotika dalam jumlah besar.

Sebelumnya, polisi telah mengamankan ratusan kilogram sabu dari sebuah kapal di kawasan Desa Matang Bangka, yang berbatasan dengan Gampong Pandrah, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen pada 27 Januari 2021 lalu.

Lihat: Polisi Sita Ratusan Kilogram Sabu di Kapal Tak Bertuan di Bireuen

Total 11 orang ditangkap, mulai dari pengendali penyeludupan, pengatur, kapten kapal, tekong, penerima barang, hingga penyimpan barang haram tersebut. Tiga orang di antaranya juga terlihat mendapat hadiah timah panas dari petugas.

Menariknya, pengendali penyeludupan narkotika itu ternyata adalah seorang narapidana yang selama ini mendekam di Lapas Kelas IIA Lhokseumawe. Dia adalah MA (36).

Selain itu, dalam jaringan tersebut, polisi juga menangkap seorang ibu rumah tangga yakni IZ (40), warga Desa Meunasah Tambo, Bireuen, yang berperan sebagai penyimpan barang haram tersebut.

Sementara sembilan orang lainnya masing-masing, KM (37) warga Desa Ruwat Seurukui, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, sebagai Tekong; MU (23) warga Desa Lhok Pupuk, Kecamatan Seuneudon, Aceh Utara, sebagai kapten kapal; ED (35) warga Komplek Mutiara, Kecamatan Alue Awe, Lhokseumawe, berperan sebagai pengatur; SI (50) warga Desa Ulee Kareng, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen peran penerima barang; SU (53) warga Desa Meunasah Timu, Kecamatan Jeunib, Bireuen sebagai penyimpan barang; KR (23) warga Desa Matang Teungoh, Bireuen, penerima barang; MR (25) warga Desa Matang Nibong, penerima barang; SY (63) warga Desa Gampong Blang, Kecamatan Pandrah, Bireuen, sebagai penerima barang; dan SB (41) warga Desa Meunasah Kota, Bireuen sebagai penerima barang.

Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada dalam konferensi pers mengatakan, operasi pengungkapan dilakukan oleh tim gabungan Direktorat 4/TIPID Bareskrim Polri, Ditresnarkoba Polda Aceh dan Polres Bireuen, itu berawal dari informasi masyarakat tentang rencana penyeludupan sabu dalam jumlah besar dari Malaysia.

Tim gabungan yang melibatkan Mabes Polri melakukan penyelidikan selama kurun waktu satu bulan dan mengetahui ada kapal masuk ke kawasan Pantai Pandrah, Jeunib, Bireuen dengan membawa ratusan kilogram sabu.

Pada 27 Januari 2021, lanjut dia, Bareskrim polri, Ditresnarkoba Polda Aceh dan Polres Bireuen melakukan pengintaian di lokasi pendaratan kapal.

"Diduga pelaku merasa ada yang memantau, sehingga para pelaku kabur melarikan diri dengan cara berenang meninggalkan kapal,” kata Wahyu.

Tak lama, petugas pun mengamankan sabu seberat 343,38 Kg. Sementara tak satu orang pun berhasil ditangkap saat itu.

Pada 2 Februari 2021, hasil pengembangan, petugas berhasil menangkap empat orang. Mereka yang lebih dulu dibekuk itu adalah KM, MU, ED, dan MA.

Tak lama, petugas kembali menangkap tujuh orang lainnya yakni SI, SU, IZ, KR, MR, SY, dan SB.

“Selain tersangka petugas juga mengamankan 120,96 gram sabu,” kata Wahyu.

Wahyu menambahakan, di satu sisi, pengungkapan ini merupakan suatu keberhasilan Polri dalam memberantas narkotika.

Namun di sisi lain dia juga sangat prihatin melihat masih ditemukannya narkotika jenis sabu seberat 353 Kg di Aceh.

"Saya prihatin melihat sabu seberat itu masih ada di Aceh, ini sangat berpotensi untuk menghancurkan generasi emas Aceh," ucapnya.

Atas perbuatan para pelaku dijerat dengan ancaman pidana penjara 20 tahun atau hukuman mati.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...