Polisi Tahan Saksi Kunci Kasus Tgk Janggot, Dijerat Pasal Berlapis

Polisi Tahan Saksi Kunci Kasus Tgk Janggot, Dijerat Pasal Berlapis

BERITAKINI.CO, Meulaboh | Polisi menahan TA (45), warga Gampong Lhok, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya.

Pria yang juga saksi kunci dalam kasus penganiayaan terhadap Zahidin alias Tgk Janggot itu sebelumnya dilaporkan melakukan sejumlah tindakan pidana. Pelapor adalah Ramli MS, bupati Aceh Barat.

Kapolres Aceh Barat melalui Kasat Reskrim AKP Parmohon Harahap membenarkan polisi telah menahan TA.

"Ia benar, semalam dia datang sekitar pukul 10.00 WIB, saat ini masih di sel polres, mungkin hari ini juga kita akan keluarkan surat penahanannya," kata Parmohon saat dikonfirmasi BERITAKINI.CO, Kamis (11/2/2021).

Menurutnya penahanan yang dilakukan sudah sesuai selesai proses penyelidikan, barang bukti dan unsur pidana terkait dugaan pidana telah dilakukan oleh TA.

"Setelah kita lakukan penyidikan, TA terjerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 335 KUHP tentang ancaman kekerasan, Pasal 207 KUHP tentang dugaan menyerang kehormatan pejabat negara," katanya.

Lanjutnya TA juga dijerat dengan pasal lainnya yakni Pasal 311 KUHP terkait penistaan dengan tulisan atau dengan lisan karena menagih hutang kepada orang yang tidak berhutang dan Pasal 310 KUHP terkait penghinaan dengan lisan/tulisan disertai pengancaman.

"Itu pasal-pasal yang dikenakan kepada beliau," katanya.

Sementara itu Kuasa Hukum Tgk Jenggot  Zulkifli yang juga akan menjadi kuasa hukum TA mengatakan pihaknya akan terus melakukan upaya hukum untuk membantu TA.

"Karena ini masih  proses penyelidikan, maka seluruh upaya tersebut akan kita lakukan," kata Zulkifli.

Sebelumnya diketahui TA adalah saksi kunci dari Tgk Zahidin Alias Tgk Jenggot dalam kasus penganiayaan dan pengeroyokan dengan terlapor Bupati Aceh Barat Ramli MS yang terjadi di pendopo Bupati Aceh Barat.

Ramli sendiri dilaporkan ke polisi pada 18 Februari 2020 lalu.

Namun Ramli melaporkan kembali TA kepada pihak kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik, penistaan, pengancaman serta penyerangan terhadap penguasa yang sah.

Rubrik

Komentar

Loading...