Polisi Periksa 16 Anggota DPRA Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Beasiswa

Polisi Periksa 16 Anggota DPRA Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Beasiswa

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) telah memanggil 16 orang anggota DPRA periode 2014-2019 terkait penyelewengan dana beasiswa tahun anggaran 2017 sumber dana aspirasi kepada 803 orang mahasiswa Aceh.

Direskrimsus Polda Aceh Kombes Margiyanta mengatakan, selain 16 orang anggota DPRA itu, penyidik tipikor juga telah meminta keterangan dari 483 orang dari total mahasiswa yang mendapatkan beasiswa.

"Sedikit kendala, sebagian mahasiswa tersebut sudah tidak berada di Banda Aceh, bahkan ada yang sudah di luar Aceh, jadi di sini agak sedikit kesulitan dalam memenuhi pemanggilan kita," kata Margiyanta dihubungi BERITAKINI.CO, Jumat (8/1/2021).

"Namun, kasus dugaan penyimpangan beasiswa ini menjadi perhatian khusus sehingga harus segera kita tuntaskan.”

Margiyanta mengakui hal ini menjadi tantangan yang harus segera diselesaikan, terlebih berbagai pihak juga terus mendorong agar kasus terungkap.

Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Aceh Faisal menambahkan, penyidik juga sudah berkoordinasi dengan BPKP untuk mengaudit dan menghitung jumlah kerugian negara.

Adapun siapa saja 16 orang anggota DPRA 2014-2019 yang telah dipanggil, dia tidak menyebutkan.

"Sebab baru kita panggil dalam kapasitas untuk melakukan klarifikasi, dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka maupun jumlah kerugian negara juga belum dihitung," ujarnya.

Sementara itu, Kanit Tipikor Boby menyebutkan, adapun anggota DPRA 2014-2019 lalu yang kembali menjabat (duduk) sebagai anggota DPRA 2019-2020 (aktif) belum dipanggil.

Oleh sebab itu, kata Boby, penyidik harus menyiapkan SOP pemanggilan yang akan diselesaikan di internal Bareskrim, dan selanjutnya mengajukan permohonan pemanggilan anggota DPRA 2019-2024 yang terkait bantuan pendidikan BPSDM tersebut kepada Kemendagri.

"Jadi ada SOP yang harus kita selesaikan dulu, setelah itu baru kita panggil," katanya.

"Namun benar sudah 16 orang anggota DPRA terkait hal ini yang kita panggil, tapi untuk identitas mereka belum bisa kita sebutkan."

Diketahui, kasus tersebut soal indikasi pemotongan beasiswa oleh oknum anggota DPRA, dengan total anggaran mencapai Rp 19,8 miliar kepada 803 mahasiswa penerima.

Adapun 24 anggota DPRA yang diduga terkait dalam hal ini adalah, Iskandar Usman Al Farlaky, Dedi Safrizal, Rusli, M Saleh, Adam Mukhlis.

Selanjutnya, Tgk Saifuddin, Asib Amin, T Hardarsyah, Zulfadhli, Siti Nahziah, Muhibussabri, Jamidin Hamdani, Hendriyono, Yahdi Hasan, Zulfikar Lidan.

Kemudian, Aminuddin, Ummi Kalsum, Jamaluddin T Muku, Muhibbusabri, Sulaiman Abda, Muharuddin, Asrizal Asnawi, Azhari, dan Musannif.

Rubrik

Komentar

Loading...