Polisi Sita Belasan Kubik Kayu Ilegal Milik Narapidana di Aceh Singkil

Polisi Sita Belasan Kubik Kayu Ilegal Milik Narapidana di Aceh Singkil
Kasatreskrim Polres Aceh Singkil Iptu Noca Tryananto (dua kiri) memperlihatkan barang bukti kayu ilegal milik seorang narapidana

BERITAKINI.CO, Singkil | Petugas Satreskrim Polres Aceh Singkil mengamankan belasan kubik kayu dari sebuah gudang di Pulau Banyak, Aceh Singkil.

Kayu-kayu tersebut diketahui milik seorang narapidana yang saat ini masih mendekam di Rutan Aceh Singkil.

Totalnya, ada 279 lembar kayu jenis meranti, dan 66 lembar kayu hutan jenis campuran yang disita.

Kapolres Aceh Singkil melalui Kasatreskrim Iptu Noca Tryananto mengatakan, kayu-kayu tersebut diduga merupakan hasil pembalakan liar di hutan lindung di kawasan tersebut.

“Petugas sebelumnya telah mendapat laporan ihwal pembalakan liar di hutan lindung tersebut,” kata Nico, Rabu (27/1/2021).

Atas laporan itu, tim Satreskrim Polres melakukan serangkaian penyelidikan.

Pada Senin, 18 Januari 2021 tim menemukan sebuah gudang di Desa Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak. Di dalamnya terdapat aneka kayu hutan yang diduga hasil pembalakan liar tersebut.

“Sudah diolah, terdiri dari beroti dan papan panjang, langsung kita amankan,” katanya.

Barang bukti itu saat ini sudah dititip di Polsek Singkil sebanyak 50 lembar, dan sebagian lainnya dibawa ke Mapolres Aceh Singkil.

Noca menjelaskan bahwa kayu hasil pembalakan liar itu diduga akan digunakan untuk membuat kapal.

"Total semua kayu yang diamankan sekitar 19 kubik," katanya.

Polisi juga telah menetapkan pemilik gudang tersebut yakni MZ, sebagai tersangka.

MZ sendiri berstatus sebagai narapidana kasus penganiayaan dan masih menjalani hukuman di Rutan Singkil.

Atas kasus kayu illegal tersebut, MZ pun kini akan dijerat dengan Pasal 87 ayat 1 huruf a Jo Pasal 12 huruf K Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Dia terancam hukuman paling lama lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp 2,5 miliar.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...