Polisi Ringkus Seorang Buruh Bangunan dan Tiga Residivis di Banda Aceh, 50,2 Sabu Disita

Polisi Ringkus Seorang Buruh Bangunan dan Tiga Residivis di Banda Aceh, 50,2 Sabu Disita

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Banda Aceh meringkus empat pria yang terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Keempatnya adalah Apriyanto (23), buruh bangunan asal Kota Batam, Provinsi Riau; M Iqbal (27) warga Punge Jurong, Meuraxa, Banda Aceh; Zulfikar (24) warga Gampong Babah Buloh, Sawang, Aceh Utara; dan Roni Munandar (23), warga Gampong Jeulingke, Syiah Kuala, Banda Aceh.

Baik M Iqbal, Zulfikar, dan Roni Munandar, merupakan residivis kasus narkoba.

Kasatresnarkoba Polresta Banda Aceh AKP Boby Putra Ramadan Sebayang mengatakan, keempatnya ditangkap atas dasar informasi yang diperolah petugas dari masyarakat tentang adanya praktik penyalahgunaan narkotika sabu di sebuah rumah kontrakan di Gampong Peurada Utama, Syiah Kuala.

Rabu dini hari, 4 September 2019, Boby memimpin tim melakukan penggerebekan.

Di rumah itu, petugas menangkap Apriyanto, dan menyita 0,2 gram sabu dari tangan buruh bangunan tersebut.

Tak berhenti di situ, polisi melakukan pengembangan. Dari "nyayian"  Apriyanto, sabu itu diketahui dibeli dari M Iqbal. Bergerak cepat, petugas pun menangkap M Iqbal di kediamannya di Gampong Punge Jurong, Meuraxa.

Polisi juga berhasil menyita tujuh paket kecil sabu seberat 1,20 gram dari M Iqbal.

"Dari keterangan M Iqbal, dia mengaku bahwa sabu tersebut diperolehnya dari Zulfikar. Petugas kemudian menangkap Zulfikar di kawasan Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Petugas mengamankan sebanyak 17 paket sabu seberat 38 gram dan satu timbangan digital,” kata Boby, dalam konferensi pers, Jumat (6/9/2019) di Mapolresta Banda Aceh.

Kepada petugas, Zulfikar mengaku membeli sabu itu dari F, saat ini buron, seharga Rp 30 juta.

Dia kemudian mengemas sabu tersebut dalam paket kecil untuk dijual kembali. Salah satu pembelinya adalah Roni Munandar.

Petugas akhirnya meringkus Roni Munandar di kediamannya dan menyita sebanyak 24 paket sabu seberat 10 gram.

Keempatnya kini telah dijebloskan ke sel tahanan Polresta Banda Aceh untuk menjalani proses hukum.

Apriyanto akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun penjara.

Sementara M Iqbal, Zulfikar, dan Roni Munandar dijerat Pasal 114 ayat (1) dan (2) Jo Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancama minimal 6 tahun penjara.

Rubrik
Pemprov Aceh

Komentar

Loading...