Polisi Ringkus Enam Pembalak Liar di Tangse, Sita Tujuh Kubik Kayu Ilegal

Polisi Ringkus Enam Pembalak Liar di Tangse, Sita Tujuh Kubik Kayu Ilegal

BERITAKINI.CO, Sigli | Aparat Kepolisian Reserse Kriminal Polres Pidie menangkap enam pria yang diduga pembalak liar.

Mereka ditangkap saat mengangkut kayu di Jalan Nasional Tangse-Mane, Kabupaten Pidie.

Kasat Reskrim Polres Pidie AKP Mahliadi mengatakan, keenam pelaku ditangkap pada Jumat malam pekan lalu.

Mereka mengangkut tujuh kubik kayu meurante kelas 1, menggunakan dump truk BL 8511 TB dan Suzuki Carry B 8800 G.

“Petugas menemukan mobil tersebut sedang berjalan beriringan dengan muatan kayu tersebut,” kata Mahliadi.

Kedua mobil tersebut kemudian dihentikan untuk pemeriksaan kelengkapan surat atas kayu jenis meurante kelas 1 tersebut.

Pada dasarnya, kayu jenis ini merupakan jenis kayu yang dilarang untuk ditebang dan merupakan tumbuhan hutan lindung.

"Mereka tidak bisa menunjukkan dokumen sah terkait kayu yang diangkut tersebut dan akhirnya kita amankan," kata Mahliadi, Senin (29/7/2019).

Mahliadi menambahkan, untuk menghindari petugas keamanan, para pelaku sengaja mengangkut kayu ilegal tersebut pada malam hari.

"Kayu diangkut malam hari dengan tujuan agar tidak diketahui oleh aparat kepolisian," ujar Mahliadi.

Adapun enam pelaku yang diamankan masing-masing, TN (40) warga Mila, Ys (19), Fd (45), M (50) dan ketiganya merupakan warga Mane. Kemudian Hr (33) dan MJ (40) keduanya warga Tangse.

"Kita juga amankan satu mesin chainsaw yang digunakan untuk memotong kayu," ujarnya. 

Keenam pelaku kini mendekam di sel tahanan Polres Pidie.

Mereka terancam dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) huruf (b) dan huruf (c) Jo pasal 12 huruf (b) dan huruf (c) Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman hukuman paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar.

Rubrik

Komentar

Loading...