Polisi Rampungkan Berkas Perkara Penyebar Berita Bohong Terkait Pencabulan Santri di Lhokseumawe

Polisi Rampungkan Berkas Perkara Penyebar Berita Bohong Terkait Pencabulan Santri di Lhokseumawe

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | Penyidik Polres Lhokseumawe telah merampungkan proses penyidikan kasus penyebaran berita bohong di media sosial, terkait dugaan pencabulan terhadap 15 santri, dengan tersangka empat orang mahasiswa.

Mereka diduga menyebarkan berita bohong yang seolah-olah polisi memaksakan agar perkara pencabulan yang diduga dilakukan pimpinan dan guru dayah di Lhokseumawe tersebut, harus maju ke proses hukum.

Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk ahli bahasa, pidana dan ITE.

"Dalam waktu dekat ini berkas dan tersangka akan kita limpahkan ke kejaksaan,” kata Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang, Sabtu (7/9/2019).

Sementara, selain empat tersangka, polisi masih mengejar satu orang lainnya yakni MS, yang merupakan aktor utama penyebar berita bohong tersebut.

"Penyidik telah mengantongi identitas pelaku dan saat ini terus kita kejar," ujarnya.

Baca: Sebar Berita Bohong Terkait Kasus Pencabulan Pimpinan dan Guru Dayah, Polisi Tangkap Tiga Orang di Lhokseumawe

Sementara empat orang yang sedang menjalani proses hukum saat ini masing-masing IM (19) mahasiswa, HS (29) petani, NA (21) mahasiswa, dan JM (21) mahasiswi.

Baca: Penyebar Berita Bohong Kasus Pencabulan Pimpinan dan Guru Dayah di Lhokseumawe Terancam 10 Tahun Penjara

Mereka disangkakan melanggar Pasal 15 Jo Pasal 14 ayat (1) dan (2) tentang Hukum Pidana Subs Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

Rubrik
Pemprov Aceh

Komentar

Loading...