Polisi Pastikan Pelaku Bom Katedral yang Tewas Laki-laki

Polisi Pastikan Pelaku Bom Katedral yang Tewas Laki-laki
Polisi mengkonfirmasi seorang pelaku yang tewas dalam aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, berjenis kelamin laki-laki. (AFP/Indra Abriyanto).

BERITAKINI.CO | Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes E Zulpan mengkonfirmasi bahwa seorang pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulsel, yang tewas teridentifikasi berjenis kelamin laki-laki.

"Iya diduga laki-laki," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (28/3).

Lihat Juga: Kronologi Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

Kendati demikian, belum diketahui identitas dari pelaku tersebut. Sebab, kata Zulpan, saat ini tim masih mengumpulkan potongan-potongan tubuh dari pelaku.

"Kita belum bisa sampaikan, kan masih mengumpulkan potongan tubuh," ujarnya singkat.

Sedangkan untuk pelaku lainnya, Zulpan juga mengaku masih belum dipastikan. Disampaikan Zulpan, tim masih terus bekerja untuk melakukan penyelidikan.

"Satu laki-laki, yang satu belum bisa kita pastikan," ucap Zulpan.

Diketahui, ledakan bom terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) sekitar pukul 10.20 WITA.

Mabes Polri memastikan pelaku bom bunuh diri ini berjumlah dua orang. Salah satu pelaku tewas dalam peristiwa itu berdasarkan keterangan Polda Sulawesi Selatan.

"Pelaku 2 orang. Sedang kita cek," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono.

Sementara sebanyak tujuh jemaat Gereja Katedral Makassar menjadi korban luka-luka dalam insiden ledakan bom bunuh diri tersebut.

Tiga korban di antaranya mendapatkan perawatan karena luka serius.

Sedangkan empat korban lainnya sudah diperbolehkan pulang ke rumah karena luka-luka ringan.

"Beberapa jemaat yang jadi korban bom dibawa ke rumah sakit Akademis Makassar. Mereka mendapat perawatan di IGD. 4 Di antaranya boleh pulang, tiga lainnya masih dirawat karena luka serius," dikutip dari laporan Jurnalis CNN TV Ibnu Munsir.

Saat ini, pihak rumah sakit belum memberikan data tujuh korban ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

Beberapa media masih menunggu di rumah sakit untuk menunggu keterangan resmi dari pihak rumah sakit.

"Keluarga ketiga korban (luka serius) yang masih dirawat sudah tampak di IGS. Beberapa dokter melakukan tindakan kepada korban," tutur Ibnu.

Sebelumnya, Pastor Gereja Katedral Makassar Wilhelmus Tulak mengatakan ada jemaat yang menjadi korban dalam insiden bom bunuh diri.

Namun, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Jemaat menjadi korban luka-luka.

"Korban luka-luka semua. Sampai saat ini, korban nyawa masih aman," jelasnya dikutip dari Kompas TV.

Rubrik
Sumber
CNNIndonesia.com

Komentar

Loading...