Polisi Kembali Tangkap Satu Tersangka Penyebar Berita Bohong Terkait Kasus Pencabulan Pimpinan dan Guru Dayah

Polisi Kembali Tangkap Satu Tersangka Penyebar Berita Bohong Terkait Kasus Pencabulan Pimpinan dan Guru Dayah
Tersangka JM (tengah)

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | Sat Reskrim Polres Lhokseumawe kembali menangkap satu tersangka penyebar berita bohong (hoax) di media sosial.

Pelaku yang ditangkap adalah JM (21) mahasiswi asal Biureun. Sementara sebelumnya, polisi sudah menangkap tiga orang tersangka masing-masing, IM (19) HS (29) NA (21).

Mereka ditangkap atas kasus penyebaran berita bohong di media sosial sehingga menimbulkan perdebatan terkait kasus dugaan pencabulan yang dilakukan pimpinan dan guru dayah di Lhokseumawe.

Mereka menyebar berita berita yang isinya seolah-olah mereka tau dan ada polisi yang memberitau kepada mereka bahwa perkara pencabulan tersebut adalah perkara yang dipaksakan untuk diproses.

Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Minggu (21/7/2019) menjelaskan, JM ditangkap ditangkap di Banda Aceh. Polisi masih memburu satu orang lainnya yakni MS.

"JM mendapatkan informasi tersebut dari MS melalui chat pribadi. Kemudian meneruskan ke dalam grup WhatsApp yang bernama Bidadari Surga," jelas Indra.

MJ diketahui adalah orang yang pertama meneruskan informasi tersebut ke Grup Bidadari surga, dari grup itu lantas menyebar ke berbagai plaform media sosial, sehingga pesan tersebut beredar lagi keluar grup melalui NA, IM, HS.

"Seterusnya, NA dapat informasi lagi dari grup WhatsApp Bidadari surga yang dikirimkan oleh JM dan mengirimkan informasi itu ke grup WhatsApp  TPA AL-Ikhlas," paparnya.

Lebih lanjut kasat juga mejelaskan, IM mendapatkan informasi tersebut dari grup TPA AL-Ikhlas yang dikirim oleh NA dan kemudian menyebarkan informasi tersebut ke grup WhatsApp Santri Sidratul Muntahar.

"Lalu, HS mendapatkan informasi tersebut dari grup WhatsApp Santri Sidratul Muntahar yang dikirim kan oleh IM dan menyebarkan ke grup Facebook Anak  Rantau," jelasnya.

Baca: Sebar Berita Bohong Terkait Kasus Pencabulan Pimpinan dan Guru Dayah, Polisi Tangkap Tiga Orang di Lhokseumawe

Akibat menyebar berita hoax tersebut, tersangka dikenakan Pasal 15 Jo Pasal 14 Ayat (1) dan (2) Tentang Hukum Pidana Subs Pasal 45 A Ayat (2) UU RI Nomor 11/2008 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar,” katanya. 

Rubrik

Komentar

Loading...