Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Pidie, Enam Orang Diringkus, Dua Toke Buron

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Pidie, Enam Orang Diringkus, Dua Toke Buron

BERITAKINI.CO, Sigli | Polisi menggerebek tambang emas ilegal di pengunungan Geumpang, Kabupaten Pidie. Enam orang, yang semuanya pekerja, berhasil dibekuk.

Selain itu, petugas juga menyita satu alat berat yang digunakan untuk mengeruk areal tambang tersebut.

Kapolres Pidie melalui Kasatreskrim AKP Ferdian Chandra mengatakan, penggerebekan dilakukan pada 20 April 2021 lalu. 

Mula-mula, kata Ferdian, petugas mendapatkan informasi ihwal praktik tambang tanpa izin tersebut.

Unit opsnal dan Iidik IV Tipidter Satreskrim Polres Pidie pun melakukan penyelidikan dan menemukan operasi pengerukan tanah tanpa izin itu di kawasan Alue Saya atau sekitar 10 kilometer dari Gampong Keune, Kecamatan Geumpang, Pidie.

Lokasi itu pun langsung digerebek dan petugas menangkap enam orang pekerja. Keenamnya saat ini sudah diamankan di Mapolres Pidie.

“Selain itu, petugas juga mendapatkan barang bukti lainnya yakni timbangan emas dan buku catatan,” katanya. 

Adapun enam pekerja yang diamankan yakni Hen (46) warga Ie RHOP Timu, Kecamatan Simpang Mampleng, Bireuen; Ahm (31) warga Kampung Jawa, Kota Lhokseumawe; MD (28) warg Alue Peudada, Kecamatan Badya, Aceh Utara; MJ (48), ZH (52) warga Keunee; dan Isk (33) warga Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Pidie.

"Dua orang pemilik modal atau toke masing-masing MK dan BM saat ini ditetapkan sebagai DPO," kata Ferdian. 

Para penambang disangkakan telah melanggar  Pasal 158 Jo Pasal 36 Jo Pasal 40 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan atas Undang–Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Jo Pasal 89 ayat (1) huruf a dan huruf b Jo Pasal 17 ayat (1) huruf a dan huruf b Undang–Undang Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo Pasal 55 ayat 1 Ke 1e KUHPidana. 

"Mereka terancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta," ujar Ferdian.

Rubrik

Komentar

Loading...