Polda Limpahkan Dua Tersangka Kasus Perambahan Hutan Produksi ke Kejari Aceh Singkil, Salah Satunya Kadiskes

Polda Limpahkan Dua Tersangka Kasus Perambahan Hutan Produksi ke Kejari Aceh Singkil, Salah Satunya Kadiskes
Razia gabungan DLHK Aceh, Polda Aceh dan BKPH Aceh Singkil pada Jumat, 4 April 2020

BERITAKINI.CO, Singkil | Penyidik Polda Aceh telah merampungkan proses penyidikan terkait kasus perambahan hutan produksi di Trans Cikala, Kecamatan Suro Makmur, Aceh Singkil.

Berkas, dua tersangka, dan barang bukti telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Aceh Singkil, Jumat, 2 Oktober 2020.

"Benar kasus itu telah dilimpahkan ke kita, dua tersangka, dan satu unit alat berat sebagai barang bukti,” kata Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Aceh Singkil, Lili Suparli.

Adapun dua tersangkanya, kata Lili, yakni Er (54) warga Lipat Kajang, Kecamatan Simpang Kanan; dan AS (56) warga Lae Butar, Kecamatan Gunung Meriah.

"Er dan AS ini adek-abang," kata Lili.

Sementara barang bukti yang diserahkan adalah satu unit ekskavator Komatsu warna kuning.

Kata Lili, satu tersangka yakni SA telah ditahan sejak 22 September 2020 di Rutan Singkil, Desa Ketapang Indah Kecamatan Singkil Utara.

Sementara tersangka berinisial Er masih dalam status tahanan kota.

Menurut Lili, alasan pemberlakukan tahanan kota karena tersangka Er merupakan salah satu pejabat struktural di  Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil.

Sementara informasi yang diperoleh BERITAKINI.CO, Er adalah Erwin, kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil.

Dalam kasus ini, kata Lili, para tersangka dijerat dengan Pasal 92 ayat (1) huruf, a dan b, UU Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dan Jo 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

"Tersangka diancam kurungan minimal tiga tahun dan maksimal 10 tahun penjara. Kemudian denda paling sedikit Rp 1,5 miliar dan paling banyak Rp 5 miliar," kata Lili.

Seperti diketahui, petugas gabungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Polda Aceh dan BKPH Aceh Singkil mengamankan tiga pekerja dan satu alat berat yang beroperasi di Desa Lae Cikala, Kecamatan Suro Makmur, pada Kamis, 4 Juni 2020 lalu.

Kepala Bagian Kesatuan Pengelola Kehutanan (BKPH) Aceh Singkil, Saipul Amri pada 5 Juni 2020 lalu mengatakan, penangkapan dilakukan karena operasional alat berat tersebut terindikasi masuk dalam kawasan hutan produksi sesuai Peraturan Menteri LHK P.103 Tahun 2015.

Pemilik alat berat yang telah menggarap hutan tersebut inisial HB warga Subulussalam.

Dikatakan bahwa alat berat sudah menggarap lebih kurang enam hektar.

Dalam proses pengembangan, ternyata salah satu pemilik lahan adalah Erwin.

Rubrik

Komentar

Loading...