Polda Jambi Tangkap Dua Gembong Narkoba dari Aceh dan Cirebon, Aset Senilai Rp 500 Juta Hasil Sabu Disita

Polda Jambi Tangkap Dua Gembong Narkoba dari Aceh dan Cirebon, Aset Senilai Rp 500 Juta Hasil Sabu Disita
Ilustrasi Net

BERITAKINI.CO | Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi menetapkan dua orang tersangka terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS mengatakan, dua orang tersangka yang ditetapkan yakni RM warga Cirebon, dan SK warga Aceh. Keduanya dijerat dengan pasal 3 jo pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU.

Muchlis menyebutkan, pengungkapan perkara TPPU ini merupakan pengembangan dari kasus Diding, bandar narkoba yang divonis 10 tahun penjara berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA).

"Mereka ini jaringan Diding, tapi jaringannya terputus. Mereka ini punya aset masing-masing," kata Muchlis, Selasa (30/4).

Lebih lanjut Muchlis mengatakan, RM berperan sebagai kurir yang mengatur peredaran narkoba yang melibatkan Diding. Sedangkan SK bertugas mengatur masalah keuangan.

Terkait kasus ini Ditresnarkoba Polda Jambi telah menyita sejumlah aset milik kedua tersangka, diantaranya kendaraan dan tanah. Nilainya Rp 500 juta.

"Untuk aset yang lain masih kita telusuri," ujar Muchlis, yang didampingi Direktur Resnarkoba Polda Jambi Kombes Pol Eka Wahyudianta dan Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi.

Kepada wartawan Muchlis juga mengatakan, setiap pengungkapan kasus narkoba pihaknya juga akan menelusuri dugaan TPPU oleh tersangka.

"Tujuannya agar tersangka jera, " katanya.

Muchlis juga mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami untuk tersangka SK.
"Karena total uang ini baru kita dapatkan dari RM, untuk SK masih kita selidiki dan dalami," jelasnya.

Ia juga mengatakan peran SK adalah sebagai bendahara untuk upah para kurir narkoba.

"Untuk upah para kurir ini SK yang memberikan ke RM, sekali pengantaran RM mendapatkan upah sebesar Rp 20 Juta, dan hasil uang tersebut dipergunakan untuk membeli tanah dan lain lain, RM menjadi kurir narkoba sejak 2016 silam," jelas Kapolda.

Ia juga menceritakan penangkapan terhadap SK berdasarkan pengembangan dari rekening yang didapatkan oleh RM.

"Setelah kami telusuri, bahwa rekening tersebut mengarah ke satu nama yakni SK, kemudian kami melakukan penangkapan terhadap SK pada tanggal 15 April 2019 di kawasan simpang tiga Meuredu Provinsi Aceh, sedangkan RM sudah kita amankan pada tanggal 14 September 2018 dengan barang bukti 8 Kg sabu sabu," ungkapnya.
Editor: Teguh Suprayitno

Rubrik
Sumber
tribunnews.com

Komentar

Loading...