Polda Aceh Bongkar Sindikat Perdagangan Satwa Dilindungi, Dua Orang Ditangkap, Barang Bukti Rp 6,3 Miliar Disita

Polda Aceh Bongkar Sindikat Perdagangan Satwa Dilindungi, Dua Orang Ditangkap, Barang Bukti Rp 6,3 Miliar Disita

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kepolisian Daerah Aceh bersama tim gabungan dari Dirjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan Baintelkam Mabes Polri membongkar sindikat perdagangan ilegal satwa liar yang dilindungi. Dua orang ditangkap, Rp 6,3 miliar disita.

Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan pada 3 November 2020 lalu di jalan lintas Bireuen-Takengon.

Mereka yang dibekuk adalah DA dan LH yang berperan sebagai pemilik barang dan sopir.

“Kami telah menetapkan DA sebagai tersangka yang diduga menyimpan bagian organ tubuh satwa dilindungi, sementara LH mengaku tidak mengetahui barang yang dibawanya tubuh satwa yang dilindungi, sehingga masih didalami lebih lanjut,” kata Wahyu dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Selasa (10/11/2020).

Barang bukti yang disita dari penangkapan ini berupa 71 paruh Burung Rangkong, 28 kg sisik Trenggiling, kulit dan tulang Harimau Sumatera, serta satu mobil yang digunakan untuk mengangkut barang bukti ditaksir senilai Rp 6,3 miliar.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) Huruf d Jo Pasal 40 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimum 5 tahun dan dendam maksimum Rp 100 juta.

Wahyu melanjutkan, Polda Aceh bekerjasama dengan Gakkum LHK akan terus mengusut tuntas perdagangan satwa yang dilindungi tersebut.

“Kami berkomitmen dan mendukung upaya penegakan hukum kejahatan terhadap satwa dilindungi, kejahatan ini menjadi perhatian kami dalam menyelamatkan sumber daya alam hayati khususnya di wilayah Aceh,” ujar Wahyu. | M Husaini Dani

Rubrik

Komentar

Loading...