Polda Aceh Bentuk Tim Khusus Investigasi Kasus Pembakaran Mapolsek Bendahara

Polda Aceh Bentuk Tim Khusus Investigasi Kasus Pembakaran Mapolsek Bendahara
Kombes Misbahul Munauwar

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kepolisian mengakui adanya kesalahan prosedur pada penangkapan tersangka narkoba yang berujung pada meninggalnya seorang  warga Desa Tanjung Kramat, Kecamatan Banda Mulia, Kabupaten Aceh Tamiang, bernama Mahyar.

Kini kasus yang berimbas pada pembakaran kantor Mapolsek Bendahara, Selasa (23/10/2018) lalu itu tengah diinvestigasi. Kapolda Aceh Irjen Rio S Djambak telah memerintahkan membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas kasus ini.

"Tim yang telah dibentuk oleh Bapak Kapolda dari Irwasda, Dit Intelkam, Dit Kriminal Umum, dan Bidpropam," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Misbahul Munauwar di Mapolda Aceh, Jumat (26/10/2018) malam.

Baca: Tahanan Tewas Berujung Pembakaran Kantor Polisi, Ipda Iwan Diperiksa Propam Polda Aceh

Kapolda Aceh, tambah Misbah, telah memerintahkan untuk menindak tegas Kapolsek dan anggotanya yang dinilai telah menyalahi prosedur dalam penanganan kasus di Polsek Bendahara.

"Jadi dalam penyelidikan jika terbukti melanggar aturan maka akan ditindak sesuai hukum yang berlaku. Jadi penanganannya selain eksternal juga di internal. Nanti apakah itu pelanggaran disiplin, kode etik atau pidana. Jika pidana, maka diproses hingga ke pengadilan," tegas Misbah.

Baca: Tahanan Tewas Berujung Pembakaran Kantor Polisi, Kapolda Aceh Minta Maaf

Selain melakukan penyelidikan di internal, Polda Aceh saat ini juga tengah menyelidiki kasus penyerangan dan pembakaran kantor Mapolsek Bendahara.

"Sejauh ini belum ada yang ditahan, tapi kasus pembakaran ini tetap kita usut, dan kita proses hukum," ujarnya.

Saat ini, kata Misbah, Ipda IW, mantan Kapolsek Bendahara, serta tiga anggotanya sedang diperiksa Bid Propam di Aceh Tamiang. | MAG-02

Rubrik

Komentar

Loading...