PNA Usul Calon Wagub dari Eksternal, PDA Sebut Tak Sesuai Komitmen Pertemuan Jakarta

PNA Usul Calon Wagub dari Eksternal, PDA Sebut Tak Sesuai Komitmen Pertemuan Jakarta
Para ketua parpol pengusung pada pertemuan Jakarta, 15 Desember 2020 lalu

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Proses pengisian kekosongan kursi wakil gubernur (wagub) Aceh sisa masa jabatan 2017-2022 belum rampung. 

Satu-satunya parpol pengusung yang telah menyodorkan nama untuk diusulkan menjadi calon wagub adalah Partai Nanggroe Aceh (PNA) kubu Irwandi Yusuf.

Adapun nama-nama yang telah di-SK-kan tersebut yakni dan Muhammad MTA, Muharuddin, dan Muhammad Nazar.

Dua nama terakhir merupakan kader dari eksternal partai pengusung. Muharuddin merupakan politisi Partai Aceh, sedangkan Muhammad Nazar adalah politisi Partai SIRA. Sementara parpol pengusung pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah pada Pilkada 20212 lalu yakni Demokrat, PNA, PKB, PDA, dan PDIP.

Meski tak ada larangan bagi partai pengusung untuk mengajukan sosok dari luar internal partai, namun hal ini ternyata dinilai tak sesuai dengan komitmen partai pengusung. 

Khususnya komitmen yang dijalin pada pertemuan di Jakarta baru-baru ini.

Lihat: Tak Hanya Muharuddin, DPP PNA Juga Usulkan Muhammad MTA dan Nazar Sebagai Cawagub Aceh

"Kita (partai pengusung) telah melakukan pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu, yang intinya telah sepakat mengusul kader internal dari partai pengusung," kata Ketua Umum Partai Daerah Aceh (PDA) Muhibussabri AW, Minggu (20/12/2020).

Lihat juga: Lima Ketua Partai Pengusung Bertemu di Jakarta, Begini Keputusan Cawagub Aceh Pendamping Nova

Hingga saat ini, kata Muhib, belum ada satu pun partai pengusung yang mengeluarkan SK pengusulan cawagub selain PNA.

"Itu pun PNA versi Irwandi, sementara versi Tiyong kan belum ada," ujarnya.

Lihat juga: Irwandi Usulkan Muharuddin Jadi Cawagub, Tiyong Bilang Begini

Setelah melakukan pertemuan bersama sejumlah ketua partai pengusung Irwandi-Nova di Jakarta pada 15 Desember 2020 lalu, Muhib yakin jika peluang meloloskan kader di luar partai pengusung semakin sempit.

"Sebab kita telah sepakat untuk tidak mengusulkan calon dari luar partai pengusung, saya yakin kami semua akan komit dengan kesepakatan ini," katanya.

Komitmen tersebut, kata Muhib, akan jadi sebuah ikatan moral bagi seluruh ketua partai pengusung.

"Walaupun janji politik ini tidak selalu berjalan sesuai, tapi saya pikir secara moralitas kami (partai pengusung) akan malu apabila merubah sendiri kesepakatannya," ujar Muhib.

Adapun sementara ini, lanjut Muhib, dari internal PDA telah sepakat mengusulkan dirinya selaku ketua DPP PDA sebagai cawagub Aceh sisa masa jabatan 2017-2022.

"Kemungkinan nanti, PDA dan PKB akan menyepakati satu nama di antara yang diusul masing-masing partai, begitu pun dengan PDIP dan PNA," katanya.

Sementara untuk jadwal pertemuan selanjutnya pasca rembuk di Jakarta, dia belum bisa memastikannya.

"Kita lihat dulu jadwal masing-masing ketua partai, karena susah juga kalau kita yang inisiasikan, nanti dibilang kita berambisi," ujarnya.

"Kemarin saja sewaktu pertemuan di Jakarta kan saya yang menginisiasi, tujuannya untuk memperlihatkan kepada masyarakat Aceh kalau kita tidak diam, ada saja tudingan dari luar kalau saya terlalu berambisi untuk maju. Memangnya kalau saya berambisi kenapa? Kan hal itu dibolehkan dalam konstitusi," kata Muhib berseloroh. | Husaini Dani

Rubrik

Komentar

Loading...