PM Mahathir Isyaratkan Dirinya Bisa Terus Menjabat Setelah Tahun 2020

PM Mahathir Isyaratkan Dirinya Bisa Terus Menjabat Setelah Tahun 2020

BERITAKINI.CO | Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad kembali melempar isyarat bahwa dirinya bisa terus menjabat setelah tahun 2020. Mahathir menolak menetapkan waktu pasti baginya untuk lengser.

"Kami memiliki visi untuk menjadi negara yang berkembang penuh pada tahun 2020. Sayangnya, setelah saya mengundurkan diri, kepemimpinan akan mengambil jalan yang berbeda, kebijakan yang berbeda. Dan itu menyebabkan target tidak tercapai pada tahun 2020," ujar Mahathir dalam event Doha Forum di Doha, ibu kota Qatar.

"Apa yang telah kami setujui adalah kami masih akan mencoba, tetapi kami telah memindahkan tanggal pencapaian menjadi antara 2025 dan 2030," tuturnya seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (14/12/2019).

"Saya telah berjanji bahwa saya akan mengundurkan diri setelah saya menyelesaikan beberapa masalah besar yang telah ditinggalkan oleh pemerintah sebelumnya. Saya berjanji akan mengundurkan diri jika seorang calon pemimpin telah ditunjuk oleh koalisi," imbuhnya.

Anwar Ibrahim, yang dianggap sebagai kemungkinan pengganti Mahathir, sebelumnya mengatakan bahwa dia mengharapkan untuk menjabat PM pada Mei 2020, tetapi Mahathir secara terbuka telah membantahnya beberapa kali.

Dan pada hari Kamis (12/12), Anwar diinterogasi oleh polisi atas tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap mantan asisten laki-laki, skandal terbaru yang menghantam kariernya.

Anwar Ibrahim yang Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual

Anwar pernah divonis 5 tahun penjara dan telah menjalani masa hukuman sejak tahun 2015, resmi bebas pada Mei 2018 usai mendapatkan pengampunan kerajaan (royal pardon) dari Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V.

Namun, baru-baru ini Anwar kembali mendapatkan tuduhan soal kekerasan seksual terhadap seorang pria. Kali ini, diduga korbannya itu mantan asistennya, Muhammed Yusoff Rawther.

Anwar mengatakan dirinya tidak kaget akan level politik kotor yang diarahkan padanya menjelang kongres partainya, Partai Keadilan Rakyat (PKR).

"Ini sudah menjadi budaya di negara ini dan itu menjijikkan. Saya mendengar tentang hal ini bulan lalu, itu bukan hal baru ... dan upaya untuk mencoba dan mempengaruhi atau menyuap ... apapun ... ini adalah politik yang paling buruk dan membutuhkan keuletan tujuan dan keberanian untuk melanjutkan dengan agenda yang lebih besar," kata Anwar kepada para wartawan ketika ditanya apakah dia menduga akan ada lebih banyak serangan seperti ini menjelang atau selama kongres partai.

Pada hari Kamis (12/12), Anwar diinterogasi oleh polisi atas tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap mantan asisten laki-laki, skandal terbaru yang menghantam kariernya.

Rubrik
Sumber
detik.com

Komentar

Loading...