Pinjaman Orang Aceh ke Pinjol Tembus Rp 417,6 Miliar

Pinjaman Orang Aceh ke Pinjol Tembus Rp 417,6 Miliar

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Layanan financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online (pinjol) kian diminati di Aceh.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat akumulasi penyaluran pinjaman sejak layanan ini muncul, telah mencapai 417,6 miliar hingga September 2020.

Adapun penyaluran sepanjang tahun ini telah mencapai Rp 168 miliar lebih atau rata-rata mengalir ke Aceh Rp 18 miliar per bulan.

Penyaluran tersebut bersumber dari 4.247 pemberi pinjaman atau lender dengan total sebanyak 136.621 peminjam atau borrower.

Kendati saat ini telah ribuan lander yang beroperasi, namun ternyata hanya ratusan saja yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara lander yang memiliki izin, malah jauh lebih sedikit yakni hanya sebanyak 33 lander per 30 September 2020.

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Yusri pun mengimbau masyarakat untuk memilih pinjol yang telah terdaftar dan berizin tersebut untuk mengakses pinjaman online.

Sebab, pelaksanaan lander-lender berizin tersebut diawasi oleh OJK.

“Saat ini ada 161 fintech lending yang terdaftar dan berizin dari OJK, pinjol yang tidak terdaftar OJK itu bukanlah sebuah solusi bagi masyarakat, melainkan kerugian bagi masyarakat itu sendiri,” kata Yusri saat dihubungi BERITAKINI.CO usai menghadiri acara “OJK Mendengar”, di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Kamis malam, 12 November 2020.

Lebih lanjut, Yusri mempersilahkan kepada masyarakat untuk datang ke kantor OJK jika ada keluhan mengenai sistem jasa keuangan di Aceh.

"Kita terbuka kapan saja, jika ada masalah dengan jasa keuangan, masyarakat silahkan datang ke kantor OJK untuk diskusi dan kita cari solusi bersama," katanya. | Rio Syahrany

Komentar

Loading...