Pinjaman Orang Aceh ke Pinjol Tembus Rp 417,6 Miliar, Didominasi Fintech Konvensional

Pinjaman Orang Aceh ke Pinjol Tembus Rp 417,6 Miliar, Didominasi Fintech Konvensional
Ketua OJK Aceh Yusri

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Arus penyaluran kredit melalui layanan financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online (pinjol) kian deras ke Aceh.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat akumulasi penyaluran pinjaman sejak layanan ini muncul, telah mencapai 417,6 miliar hingga September 2020.

Banyak masyarakat tergiur dengan tawaran pinjaman online, di antaranya karena proses pengajuan dan syarat yang mudah, satu hal yang berbeda jika dibanding dengan proses pengajuan pinjaman ke perbankan.

Kendati tak semua lander atau pemberi pinjaman terdaftar di OJK. Apalagi berizin.

Satu hal lagi, ternyata para lender yang beroperasi selama ini didominasi finctech konvensional. Sedangkan Aceh sebetulnya menganut sistem jasa keuangan syariah.

Ketua OJK Aceh Yusri yang dikonfirmasi mengatakan, dari total 155 fintech lending yang terdaftar dan berizin, hanya sebanyak 12 di antaranya yang berbasis syariah, dan semuanya berkantor di Jakarta.

“Semua fintech yang terdata berkantor di Jakarta dan di pantau langsung oleh OJK Pusat,” kata Yusri.

Sejauh ini, kata dia, belum ada satu pun fintech yang berbasis di Aceh.

Karena sistem online, kata Yusri, maka masyarakat dapat mengajukan pinjaman kapan saja.

Yusri mengatakan, jika mengacu pada Pasal 2 Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS), setiap lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh harus berdasarkan prinsip syariah.

Sementara fintech-fintech tersebut berkantor di Jakarta.

“Tapi memang masalahnya, Pasal 6 huruf (a) qanun tersebut juga menyatakan bahwa qanun itu berlaku untuk setiap orang yang beragama Islam yang bertempat tinggal di Aceh atau badan hukum yang melakukan transaksi ke Aceh,” katanya.

Di sisi lain, kata Yusni, juga belum ada aturan mengenai sanksi kepada dua belah pihak, baik peminjam maupun pemberi pinjaman. | Rio Syahrany

Komentar

Loading...