Pimpinan KKB Abu Razak yang Tewas Ditembak di Pidie Jaya Ternyata Tidak Setuju dengan MoU Helsinki

Pimpinan KKB Abu Razak yang Tewas Ditembak di Pidie Jaya Ternyata Tidak Setuju dengan MoU Helsinki

BERITAKINI.CO, Sigli | Tun Muhammad Azrul Mukmin Al Kahar alias Abu Razak dan dua anggotanya tewas di tempat dalam kontak tembak dengan Tim Satgas KKB Polda Aceh di Jalan Banda Aceh- Medan, Keudee Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, kemarin.

Tapi Tgk Awaluddin Ansari (42), sempat tak percaya, jika salah satu yang tewas adalah Abu Razak, sepupunya.

“Sekitar satu jam pasca kejadian, saya baru dapat kabar bahwa abang sepupu saya (Abu Razak) salah satu korban dalam insiden tersebut,” kata Awaluddin, saat ditemui BERITAKINI.CO, Jumat (20/9/2019) di depan ruang jenazah RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli.

Awaluddin menyampaikan, Abu Razak besar di Gampong Bintang Hu, Lhok Sukon, Aceh Utara. Dia mempersunting Nidar dan kemudian menetap di Gampong Cot Trieng, Kecamatan Jeumpa, Bireuen. Mereka memiliki dua orang anak.

“Selama ini beliau menetap di Bireuen, jarang juga komunikasi, tapi dengan istrinya ada sekali-kali,” ujarnya.

Abu Razak merupakan anak bungsu dari sembilan bersaudara. Lahir dari keluarga besar dan berkecukupan.

“Jadi, kami merasa tidak mungkin beliu melakukan tindakan perampokan,” ujarnya.

Awaluddin mengakui jika Abu Razak juga salah seorang mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka.

“Hanya saja, yang kami tau beliau tidak sepakat dengan MoU di Helsinki, bahkan menentangnya,” ujarnya.

Pihak keluarga, kata Awaluddin, telah mengihklaskan kepergian Abu Razak.

“Sudah ajal beliu di situ,” katanya.

Rencananya, jenazah akan dibawa pihak keluarga siang ini ke rumah istrinya di Bireuen dan selanjutkan akan disepakati lokasi pemakaman, apakah di Bireuen atau di Lhoksukon, Aceh Utara.

“Saat ini masih menyelesaikan administrasi dulu, baik dengan kepolisian dan pihak rumah sakit, nanti baru ditentukan akan dimakamkan di mana, sebab di Bireuen juga ada istri dan anak beliau,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...